GUNUNG AGUNG ERUPSI : Perlu Alternatif Pintu Masuk Selain Ngurah Rai

Bali perlu mengoptimalkan jalur pintu kedatangan wisatawan selain Bandara I Gusti Ngurah, sehingga ketika terjadi bencana alam seperti erupsi Gunung Agung tidak terkendala dengan tingkat kunjungan wisatawan.
Feri Kristianto | 29 November 2017 20:01 WIB
Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Rabu (29/11). - ANTARA/Wira Suryantala

Kabar24.com, DENPASAR—Bali perlu mengoptimalkan jalur pintu kedatangan wisatawan selain Bandara I Gusti Ngurah, sehingga ketika terjadi bencana alam seperti erupsi Gunung Agung tidak terkendala dengan tingkat kunjungan wisatawan.

Jalur laut seperti Pelabuhan Benoa, hingga keberadaan jalur kereta api yang menghubungkan semua daerah dinilai bisa menjadi salah satu alternatif mitigasi jika terjadi erupsi Gunung Agung.

Kepala Kantor Bank Indonesia Bali Causa Iman Karana mengungkapkan dengan kondisi penutupan seperti yang terjadi sejak Senin hingga Selasa pagi dan berlangsung sampai akhir Desember, daerah ini berpotensi kehilangan pendapatan sangat besar.

Hal itu didasarkan hampir 90% dari total kunjungan wisman yang ditargetkan pada tahun ini sebanyak 5,5 juta orang melalui Ngurah Rai.

Berdasarkan perhitungan Bank Indonesia Bali, jika Ngurah Rai ditutup hingga akhir Desember 2017, potensi kehilangan pendapatan yang dialami Bali ditaksir senilai Rp4,69 triliun. Prediksi itu berdasarkan prediksi jumlah kedatangan wisman pada triwulan IV/2017 sebanyak 1,2 juta jiwa. Data itu berasal dari jika wisman di Bali per orang menghabiskan rata-rata senilai US$143,45.

“Jadi kalau sampai akhir tahun bandara tutup, dan mudah-mudahan saja tidak. Kami perkirakan senilai itu akan hilang,” tuturnya Rabu (29/11/2017).

Menurutnya, potensi kehilangan pendapatan bagi daerah ini sangat besar karena 60% struktur perekonomiannya tergantung industri pariwisata dan turunannya. Padahal, penggerak pariwisata yang terutama adalah wisman yang datang melalui Bandara Ngurah Rai.

Causa menekankan pertumbuhan ekonomi Bali pada akhir 2017 juga bisa terkontraksi dari yang ditargetkan di atas 6%. Jika kondisinya terus berlangsung penutupan, ekonomi Bali bisa berada pada kisaran 5,2%-5,6% . Tingkat pertumbuhan tersebut berdasarkan hasil koreksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan BPS.

“Sebelum ada koreksi, kami perkirakan angka pertumbuhan bisa terkoreksi hingga kisaran 3,8%-4,2%,” jelasnya.

Jalur Bandara Ngurah Rai sendiri, pada sore Rabu (29/11/2017) mulai pukul 15.00 Wita sudah dibuka oleh pengelola.

Tag : bandara ngurah rai, gunung agung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top