Korban Tewas Teror Masjid Sinai Mesir Bertambah Menjadi 305 Orang

Jumlah korban tewas atas serangan terhadap sebuah masjid di Mesir pada akhir pekan lalu melonjak dari sebelumnya 235 orang menjadi 305 orang, temasuk 27 anak-anak. Selain korban tewas, 128 orang lainnya dilaporkan terluka.
Renat Sofie Andriani | 27 November 2017 06:09 WIB
Suasana di depan sebuah gereja di Alexandria, Mesir setelah terjadi bom bunuh diri (9 April 2017). - .Reuters/Fawzy Abdel Hamied

Kabar24.com, JAKARTA – Jumlah korban tewas atas serangan terhadap sebuah masjid di Mesir pada akhir pekan lalu melonjak dari sebelumnya 235 orang menjadi 305 orang, temasuk 27 anak-anak. Selain korban tewas, 128 orang lainnya dilaporkan terluka.

Kepala kejaksaan negara tersebut, Nabil Sadeq, menuturkan bahwa sejumlah penyerang, yang diperkirakan berusia antara 25-30 tahun, tiba di sebuah masjid Sinai dekat kota kecil Bir al-Abd dengan menggunakan lima kendaraan pada Jumat (24/11) waktu setempat.

Mereka kemudian turun dari kendaraannya dan mengambil posisi di pintu utama dan 12 jendela masjid sebelum melepaskan rentetan tembakan. Mereka juga membakar tujuh mobil jamaah yang diparkir di luar masjid.

Menurut keterangan para saksi, beberapa penyerang menggunakan topeng dalam melancarkan aksinya, sedangkan beberapa lainnya terlihat berjanggut dan berambut panjang. Seluruh penyerang digambarkan memakai kaus hitam.

Salah satu saksi mata, Ebid Salem Mansour, mengatakan serangan tersebut terdengar tepat ketika imam masjid beranjak menuju mimbar untuk menyampaikan khotbahnya.

“Kami tahu bahwa masjid tersebut diserang oleh (militan),” ujar Mansour, seperti dikutip dari laman CNBC, Senin (27/11/2017). Ia sendiri menderita dua luka tembak di kaki akibat peristiwa tersebut.

“Semua orang berbaring di lantai dan menundukkan kepala mereka. Jika Anda mengangkat kepala Anda, Anda akan tertembak. Penembakan itu terdengar acak di awal dan kemudian lebih terarah,” ceritanya.

Para militan tersebut juga terdengar meneriakkan Allahu Akbar dalam melancarkan aksinya, sedangkan anak-anak berteriak.

“Saya tahu saya terluka tapi saya berada dalam situasi yang jauh lebih menakutkan daripada sekadar cedera, saya bisa terbunuh. Saat penembakan berlangsung, banyak jamaah yang meneriakkan doa terakhir mereka,” tambahnya.

Serangan hari Jumat menargetkan sebuah masjid yang sering dikunjungi oleh kaum Sufi, anggota gerakan mistik dalam Islam. Militan Islam, termasuk afiliasi lokal kelompok negara Islam, menganggap kaum sufi bidaah karena pemahaman keyakinan mereka yang kurang harfiah.

Presiden Abdel-Fattah el-Sissi bersumpah bahwa serangan tersebut tidak akan luput dari hukuman dan bahwa Mesir akan tegas menghadapi perang melawan terorisme. Namun demikian, dia masih belum menentukan langkah-langkah baru yang bisa diambil.

Pada hari Sabtu, dia memerintahkan pendirian sebuah mausoleum untuk mengenang korban serangan hari Jumat.

Tag : mesir, masjid
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top