Poempida Hidayatulloh : Golkar in Crisis Again!

Mantan fungsionaris Partai Golkar Poempida Hidayatulloh menyampaikan keprihatinannya atas kondisi partai berlambang pohon beringin itu.
Saeno | 26 November 2017 10:35 WIB
Wapres JK dan Akbar Tandjung duduk bersebelahan saat HUT Partai Golkar ke-51 di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (26/11/2015) diapit Aburizal Bakrie dan Luhut B. Pandjaitan. - ANTARA/Reno Esnir

Kabar24.com, JAKARTA - Mantan fungsionaris Partai Golkar Poempida Hidayatulloh menyampaikan keprihatinannya atas kondisi partai berlambang pohon beringin itu.

Berikut pernyataan tertulisnya secara lengkap, diterima Minggu (26/11/2017):

Sebagai seseorang yang pernah menjadi fungsionaris Golkar dan sebelumnya pernah mendeklarasikan "Satu Hidup Satu Partai" merasa semakin sedih jika melihat kondisi perkembangan di Golkar.

Prediksi saya dalam melihat Proses Penghancuran Golkar pun ternyata terbukti.
Karena memang sejak awal saya sudah pernah sampaikan bahwa memang ada agenda sistemik pelemahan partai politik, terutama untuk Golkar.

Mengapa demikian?
Ada beberapa hal yang membuat Golkar menjadi ketidaksukaan pihak tertentu. Yaitu:
1. Golkar adalah Partai Warisan Orde Baru.
2. Golkar Selalu berada dalam lingkaran kekuasaan.
3. Golkar adalah Partai yang sangat Demokratis, mengendalikannya harus melalui suatu proses demokratis yang kadang membutuhkan upaya yang keras dan waktu yang panjang.
4. Banyaknya kader-kader berpengaruh baik di pusat maupun di daerah.
5. Banyaknya masalah hukum menimpa kader-kader Partai Golkar.
6. Selalu mempunyai peran signifikan dalam proses politik apa pun.
7. Memiliki basis pemilih dan pendukung tradisional maupun rasional yang signifikan.

Poin-poin di atas inilah yang menjadikan daya tarik bagi pihak-pihak tertentu untuk melemahkannya.

Anehnya, elit-elit Golkar tidak begitu menyadari keberadaan masalah tersebut. Bahkan terkesan tidak solid dan selalu berpotensi menjadi suatu konflik internal yang lebih jauh menjadi suatu krisis.

Krisis harus ditangani dengan suatu metodologi yang cepat, tegas, solid dan terintegrasi.
Golkar tidak dapat lagi berkaca pada kejayaan masa lalunya. Karena zaman sudah berubah.
Cara berpikir generasi milenial dalam menyikapi perilaku para pemimpin/calon pemimpin sudah berubah paradigma nya.

Untuk Krisis kali ini, Golkar harus melihat fakta-fakta yang ada. Berdasarkan survei yang akan dirilis dalam waktu dekat oleh Orkestra - Organisasi Kesejahteraan Rakyat elektabilitas Partai sudah menyentuh angka 7 persen saja. Hal ini menunjukkan tren penurunan yang signifikan dan berpotensi menempatkan Golkar menjadi Partai Kecil.

Solusi Krisis yang dibutuhkan adalah membangun solidaritas internal yang solid yang dipimpin oleh sekelompok sosok yang kredibel, kapabel dan berintegritas. Kepemimpinan perorangan dapat dikatakan tidak lagi efektif. Diperlukan suatu kepemimpinan Kolektif (tetap dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang berintegritas) yang kompak dan berorientasi dalam menjaga dan membesarkan Partai.

Saya melihat potensi rebounce dari krisis ini masih ada. Nasib Partai ini akan ditentukan dalam Munaslub yang mudah-mudahan dapat dilaksanakan secepatnya.

Saya pribadi mengimbau agar Poltik praktis berbasis transaksi harus dihindarkan. Agar Golkar tidak kembali terbelenggu kepada masalah-masalah yang sama. Tragedy of the commons, kalau dalam bahasa sistemnya.

Selamat menyelesaikan krisis!

Poempida Hidayatulloh

Tag : partai golkar
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top