Partai Golkar Pertahankan Setya Novanto, Ray Rangkuti: Tidak Ada Alasan

Pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan tidak ada alasan bagi Partai Golkar untuk mempertahankan Setya Novanto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar walaupun yang bersangkutan melakukan upaya hukum
Lingga Sukatma Wiangga | 22 November 2017 20:30 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo (kiri) berjabat tangan dengan perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Angket KPK (KOMAS TAK) Ray Rangkuti (kanan) setelah membacakan petisi tolak angket KPK di gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/7). Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada KPK serta menyampaikan petisi untuk menolak hak angket DPR yang dinilai melemahkan KPK. - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat politik dari Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan tidak ada alasan bagi Partai Golkar untuk mempertahankan Setya Novanto dari posisi Ketua Umum Partai Golkar walaupun yang bersangkutan melakukan upaya hukum.

“Kalau Golkar tidak serius dampaknya jangka panjang. Andai praperadilan kedua Setya Novanto dikabulkan, ini tidak cukup ngangkat nama Partai Golkar selama satu tahun setengah ke depan,” ujarnya,” Rabu (22/11/2017)

Dia menyarankan, DPP Partai Golkar harus berpikir menyelamatkan partai bukan individu. Harus pula dipisahkan masalah individual dengan organisasi. Tindakan individu Setya Novanto terkait kasus korupsi yang dihadapinya jangan seperti mendapat legitimasi dari partai.

Dia mencontohkan, nama Setya Novanto sebagai tesangka korupsi selalu dilekatkan dengan partai berlambang beringin itu. Harus ada pemisahan citra negatif Setya Novanto dengan Patai Golkar secara organisasi.

Harus pula ada kata menonaktifkan Setya Novanto dari jabatan ketua umum partai yang keluar dari DPP Partai Golkar. Golkar sebagai organisasi politik harus menyatakan kepada publik dan berkomitmen antikorupsi.

Jika Partai Golkar masih tergantung dengan Setya Novanto, tambah dia, ini ada permasalahan pelik dalam tubuh partai. Akan timbul pertanyaan besar di masyarakat, apakah Golkar sulit mencari kader yang lebih baik dan susah melakukan restrukturisasi atau tidak mau memperbaiki diri.

“Masalah elektabilitas turun itu jadi peringatan. Sekarang rata-rata 10%-12% sudah kehilangan 7%-8%. Tdk bisa dikatakan tidak terpengaruh kasus Setya Novanto. Selamatkan Partai Golkar karena ini organiisasi politik aset bangsa juga institusi public. Jangan sampai hancur karena tindakan orang per orang,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
setya novanto

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top