GMPG Desak Ganti Ketum Golkar, Tapi Jangan Orang Dekat Setya Novanto

Generasi Muda Partai Golkar atau GMPG mendesak DPP Partai Golkar segera melakukan pergantian pucuk pimpinan setelah Ketua Umum Parta Gokar Setya Novanto ditahan KPK.
Lingga Sukatma Wiangga | 21 November 2017 14:16 WIB
Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar Akbar Tandjung (ketiga kiri) menerima surat aduan dari kader muda Partai Golkar yang tergabung dalam Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Sirajuddin Abdul Wahab (kedua kanan), Ahmad Doli Kurnia (ketiga kanan), Mirwan.B.Z. Vauli (kiri), Ahmad Andi Bahri (kedua kiri) dan Almanzo Bonara di kediamannya di Jakarta, Minggu (23/7). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Kabar24.com, JAKARTA — Generasi Muda Partai Golkar atau GMPG mendesak DPP Partai Golkar segera melakukan pergantian pucuk pimpinan setelah Ketua Umum Parta Gokar Setya Novanto ditahan KPK.
 
Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia mengatakan hal itu harus segera dilakukan, agar waktu untuk memulai konsolidasi guna menghadapi pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019 cukup.
 
“Idealnya tidak boleh lebih dari satu bulan ke depan, musyawarah nasional luar biasa [munaslub] sudah harus digelar. Dua minggu lagi dari sekarang pun, bila semua stakeholder berkomitmen, serius, dan sungguh-sungguh, terutama DPP, saya kira juga sudah bisa dilaksanakan,” katanya, Selasa (21/11/2017).
 
Dia menjabarkan, DPP bisa menetapkan pelaksana tugas (plt) ketua umum dalam rapat pleno. Tugas plt, kata dia, hanya satu yaitu menyelenggarakan munaslub.
 
Kemudian dalam dua-tiga hari berikutnya, lanjut dia, DPP harus mengadakan rapat pimpinan nasional (rapimnas) untuk mendapat kesepakatan dan dukungan secara nasional yang diwakili DPD Provinsi seluruh Indonesia, sekaligus menetapkan waktu dan tempat penyelenggaraannya.
 
“Langsung setelah rapimnas itu, DPP selanjutnya bisa membentuk panitia munaslub yang segera melakukan persiapan,” ujarnya.
 
Dia menekankan, perlunya pergantian kepemimpinan itu karena Golkar saat ini membutuhkan pemulihan citra dan ingin mendapatkan kembali dukungan dan kepercayaan dari masyarakat.
 
Sebabnya,saat ini partai berlambang beringin itu elektabilitasnya terpuruk karena isu korupsi. Oleh karena itu, proses pergantian kepemimpinan ini sejak awal harus mencerminkan adanya perubahan.
 
“Begitu juga dengan nanti siapa yang akan terpilih menjadi ketua umum definitif di munaslub harus figur yang kontras sama sekali dengan performa kepempimpinan Setya Novanto saat ini. Jangan yang jadi plt.adalah orang yang juga dikenal oleh publik dekat dengan Setya Novanto atau yang ikut bahkan terdepan melindunginya selama ini,” kata dia.
 
Jika pemimpin baru dikenal dekat dan seperti Setya Novanto, menurutnya citra permisif dan lekat dengan isu korupsi masih tetap ada. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
setya novanto

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top