Diterjang Banjir Mematikan, Yunani Umumkan Masa Berkabung

Media setempat melaporkan bahwa sebagian besar korban tewas adalah warga berusia lanjut yang jenazahnya ditemukan di dalam rumah mereka. Lumpur deras digambarkan mengalir membanjiri jalan-jalan perkotaan.
Renat Sofie Andriani | 16 November 2017 08:55 WIB
Banjir Yunani - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Banjir bandang mematikan akibat hujan lebat menerjang Yunani pada Rabu (15/11) waktu setempat. Setidaknya 15 orang dikabarkan tewas dan kerusakan berskala besar terlihat di pusat negara tersebut.

Kota-kota industri Mandra, Nea Peramos, dan Megara, sebelah barat ibukota Athena, adalah yang paling terkena dampaknya.

Media setempat melaporkan bahwa sebagian besar korban tewas adalah warga berusia lanjut yang jenazahnya ditemukan di dalam rumah mereka. Lumpur deras digambarkan mengalir membanjiri jalan-jalan perkotaan.

Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras pun mengumumkan masa berkabung nasional pasca tragedi tersebut.

“Semuanya hilang. Bencana itu terjadi seperti yang digambarkan dalam kitab Injil,” tutur Walikota Mandra Yianna Krikouki kepada media ERT, seperti dikutip dari laman BBC, Kamis (16/11/2017).

Sedikitnya 37 orang telah dibawa ke rumah sakit dan beberapa lainnya dilaporkan masih hilang.

Cuaca buruk telah melanda sejumlah wilayah Yunani selama sekitar sepekan, namun hujan lebat berskala tinggi tadi malam menyebabkan banjir mendadak, yang sama sekali tidak diperkirakan oleh seorangpun.

Derasnya arus air menghentakkan kendaraan, merusak dinding dan atap, serta membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka dibanjiri air dengan tingkat yang mengancam jiwa.

Pada Rabu sore, dinas pemadam kebakaran Yunani mengatakan telah menerima lebih dari 600 seruan untuk meminta bantuan dan telah mengerahkan hampir 200 petugas pemadam kebakaran dengan 55 kendaraan ke kota-kota, yang memiliki populasi gabungan sebanyak puluhan ribu orang.

“Air menerobos dari gunung, jutaan ton. Jalanan serta merta hancur dan 1.000 rumah tergenang banjir, itu sekitar sepertiga dari jumlah total di dalam kota,” ujar Stavros Fotiou, wakil walikota Nea Peramos.

Wakil gubernur wilayah tersebut, Yiannis Vassileiou, menjelaskan bahwa layanan darurat telah disiapkan untuk cuaca buruk, namun kedatangan 'air terjun Niagara' tidak dapat dihentikan.

Perdana Menteri Tsipras mengatakan bahwa masa berkabung nasional adalah hal terkecil yang bisa dilakukan pemerintah. Dia berjanji untuk memberikan bantuan kepada korban dan memastikan mereka ditempatkan dengan aman.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
yunani, banjir

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top