PENJUALAN MOBIL JATIM : Toyota Pertahankan Pangsa Pasar 32%

PT Toyota-Astra Motor menargetkan dapat mempertahankan pangsa pasar kendaraan roda empat di kisaran 32% di Jawa Timur sepanjang tahun ini.
Dara Aziliya | 15 November 2017 17:51 WIB

Kabar24.com, SURABAYA – PT Toyota-Astra Motor menargetkan dapat mempertahankan pangsa pasar kendaraan roda empat di kisaran 32% di Jawa Timur sepanjang tahun ini.

Angka tersebut dinilai moderat di tengah gempuran produk-produk baru yang diluncurkan pemain lain.

Area General Manager Area V Toyota, Dharmawan Harlim menyampaikan pada periode Januari—September 2017, pangsa pasar Toyota di Jawa Timur sudah mencapai 32,1%, ditopang oleh beberapa merek besar perusahaan tersebut.

“Agak mirip dengan Januari—September tahun lalu, kenaikannya hanya 0,1%. Kompetisi di pasar sangat luar biasa karena merek lain juga mengeluarkan produk-produk baru. Penjualan masih ditopang Avanza, Agya, Calya. Kontribusi ketiganya mencapai 60%,” jelas Dharmawan di Surabaya, Rabu (15/11).

Dharmawan menjelaskan pasar di Jawa Timur sangat ketat, apalagi banyak merek baru muncul dan menjadi pesaing produk-produk Toyota. Untuk itu, pabrikan otomotif asal Jepang tersebut fokus memperkuat pelayanan terutama aftersales.

Berdasatkan catatan Toyota, pasar di Jawa Timur mengalami pertumbuhan sekitar 5,7% hingga September 2017 dibandingkan periode sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pertumbuhan kue ini lah yang kemudian menjadi rebutan para distributor mobil.

Hingga akhir tahun, Dharmawan menyebut posisi Toyota di Jatim yang sebesar 32,1% akan terus dipertahankan dengan mengandalkan layanan-layanan aftersales. Hingga akhir tahun, Toyota masih akan merilis satu jenis kendaraan lagi dari merek Rush.

Dia menggarisbawahi saat ini permintaan kendaraan yang cukup besar dari Jatim adalah tipe pick up yang tidak dipasok oleh Toyota. Beberapa daerah seperti Malang Kediri, dan Madiun, permintaan kendaraan bermotornya didominasi oleh pick up.

Koordinator Wilayah Kacab Auto2000 Jatim, Hasan menyebut berbagai dukungan kebijakan dari Toyota pun diyakini dapat mempertahankan pangsa pasar 32,1% di Jawa Timur. Kebijakan tersebut misalnya ketentuan uang muka yang lebih rendah dan cicilan yang lebih ringan.

“Survei menunjukkan bahwa masyarakat yang tertariknya ke model [kendaraan] itu tidak banyak, hanya sekitar 0,3%—0,4%. Yang membuat pelanggan bertahan adalah aspek durability, ini yang diperkuat oleh Toyota,” ujar Hasan.

Sementara itu, Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto mengungkapkan hingga akhir tahun 2017, perusahaan akan mempertahankan pangsa pasar nasional di level 35%.

Menurutnya, tugas tersebut tidak mudah mengingat pasar kendaraan yang pada tahun ini cenderung stagnan.

“Pasar tahun ini memang flat, pertumbuhan ekonomi kita juga sama seperti tahun lalu, di sekitar 5%, makanya industri otomotif juga ikut stagnan,” terang Henry.

Selain itu, Henry menyebut kinerja industri finansial pada tahun ini juga kurang menggembirakan. Padahal, sektr finansial merupakan penyokong utama industri otomotif nasional.

Tag : penjualan mobil
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top