Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penghayat Kepercayaan Mungkin Ada di Mentawai

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengatakan belum ada masyarakat penganut aliran penghayat kepercayaan terdata di daerah itu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 November 2017  |  08:25 WIB
Penghayat Kepercayaan Mungkin Ada di Mentawai
Sejumlah pemudik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, tiba di pelabuhan Muaro, Padang, Sumatra Barat, Minggu (18/6). - Antara/Iggoy el Fitra
Bagikan

Kabar24.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengatakan belum ada masyarakat penganut aliran penghayat kepercayaan terdata di daerah itu.

"Sampai sekarang tidak ada terdata aliran itu berkembang di Sumbar," kata Kepala Kesbangpol Sumbar, Nazwir di Padang, Kamis (9/11/2017).

Dikatakan, terkait keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan kedudukan yang sama pada penganut aliran penghayat kepercayaan dalam memperoleh hak terkait administrasi kependudukan.

Meski hingga saat ini belum memiliki data, tetapi Nazwir menduga, aliran itu kemungkinan ada di Kepulauan Mentawai. Karena di daerah itu memiliki kearifan lokal tersendiri.

Tetapi menurut dia selama ini mereka tidak pernah memunculkan diri dalam identitas penghayat kepercayaan.

"Kalau Mentawai, ada ciri-cirinya, namun tidak memunculkan identitas. Pada umumnya sudah menganut agama yang selama ini diakui, seperti Nasrani dan Islam," ujarnya.

Mungkin saja setelah adanya putusan MK, lanjutnya, para penghayat kepercayaan di Mentawai memutuskan untuk memunculkan diri. Tetapi, bisa juga tetap menjalani kehidupan sesuai dengan yang mereka pahami sekarang.

"Jika nanti mereka memutuskan untuk memunculkan keberadaannya, maka sesuai putusan MK, kita harus menghormatinya," ujarnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kepercayaan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top