Pasca Perampokan 40 Turis, China Desak Prancis Lindungi Warganya

China mendesak Prancis untuk mengambil langkah efektif demi menjamin keamanan warganya yang berkunjung ke negara tersebut, setelah 40 turis China dilontarkan gas dan dirampok di Paris.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 07 November 2017  |  09:36 WIB
Pasca Perampokan 40 Turis, China Desak Prancis Lindungi Warganya
Turis asal China - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – China mendesak Prancis untuk mengambil langkah efektif demi menjamin keamanan warganya yang berkunjung ke negara tersebut, setelah 40 turis China dilontar gas dan dirampok di Paris.

Serangan terhadap turis China, Jepang dan Korea relatif sering terjadi di ibu kota Prancis, karena perampok percaya bahwa mereka membawa uang dalam jumlah besar dan barang-barang mahal.

Sebelumnya, Sebuah kelompok tur asal China diserang dan dirampok di Paris pada hari Kamis malam (2/11/2017) oleh empat penyerang bersenjata gas air mata, menurut kedutaan China di Prancis.

Rombongan dengan 40 turis tersebut baru saja kembali dari perjalanan belanja dan sedang berkeliaran di tempat parkir Kyriad Hotel di pinggiran kota Val-de-Marne sekitar pukul 20.20 waktu setempat, menurut surat kabar Le Parisien.

Keempat tersangka tersebut masuk ke tempat parkir dan mulai menyemprotkan gas air mata ke para wisatawan, menurut laporan media setempat yang dikutip kantor Berita Xinhua.

"Saya mendengar jeritan, dan saat melihat ke luar jendela, saya melihat dua orang menyerang seorang pemandu China, dan saya melihat orang lain menggunakan gas air mata menyerang para turis," kata seorang pekerja hotel seperti dikutip Le Parisien.

Para penyerang kemudian keluar dengan membawa sembilan tas berisi barang belanjaan, termasuk banyak barang mewah, meski nilai pastinya belum dihitung.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan bahwa Kedutaan Besar China di Prancis telah menghubungi polisi dan mengatakan kepada mereka untuk memecahkan kasus ini. Dia juga mengatakan warga China harus waspada terhadap situasi keamanan.

"Kami akan mendesak polisi Prancis untuk memecahkan kasus ini secepatnya dan membawa para penjahat ke pengadilan, serta mengambil tindakan yang lebih efektif untuk menjamin keamanan warga China di Prancis," kata Hua, seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan bahwa kelompok wisatawan tersebut telah kembali ke China, dan kasus ini masih diselidiki.

Pada bulan Agustus 2016, 27 turis China juga diserang oleh enam orang dalam bis yang akan membawa mereka ke bandara Charles de Gaulle, Paris.

Paris sedang berupaya untuk menyambut lebih banyak wisatawan daripada sebelumnya, kata dewan turis kota pada Agustus. Hal ini bertujuan untuk memulihkan citranya setelah serangan teroris pada November 2015 silam yang menewaskan 130 orang.

Pelancong China menghabiskan US$261 miliar di luar negeri tahun lalu, dan menjadikan mereka menjadi target penting bagi peritel dan jaringan hotel di seluruh dunia.

Namun pertumbuhan kunjungan warga China ke mancanegara melambat, dengan serangan di Eropa, ketidakstabilan di semenanjung Korea dan ketidakpastian politik di AS yang mendorong beberapa warga China untuk memilih untuk melakukan perjalanan domestik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, china

Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top