ALFI Institute Kembangkan Pelatihan SDM untuk Mahasiswa

Lembaga Pendidikan & Pelatihan Freight Forwarder di bawah naungan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/ALFI Institute mengembangkan pelatihan SDM untuk mahasiswa.
Akhmad Mabrori | 02 November 2017 21:15 WIB
Ilustrasi kegiatan logistik - Reuters/Jason Lee

Kabar24.com, JAKARTA - Lembaga Pendidikan & Pelatihan Freight Forwarder di bawah naungan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI)/ALFI Institute mengembangkan pelatihan SDM untuk kalangan mahasiswa.

Course Director ALFI Institute yang sekaligus sebagai Executive Director AFFA (Asean Federation Freight Forwarder Association), Iman Gandi, mengatakan mulai 26 Oktober 2017, pihaknya juga sudah melakukan kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) untuk melakukan pelatihan SDM freight forwarder di kalangan mahasiswa.

ALFI Institute, imbuhnya, menyambut baik kerja sama ini agar kesetaraan pelaku usaha di bidang freight forwarder, logistik, dan supply chain management (SCM) berstandar nasional, Asean, dan internasional melalui FIATA (Fédération Internationale des Associations de Transitaires et Assimilés/International Federation of Freight Forwarders Associations) yang beranggotakan lebih dari 140 negara.

"Kerja sama ini bertujuan agar mahasiswa lebih memiliki kompetensi dan nilai tambah yang diakui sebagai standar nasional, Asean dan Internasional, membekali sedini mungkin pelaku usaha agar plug and play untuk bidang tersebut," ujarnya melalui siaran pers ALFI Institute pada Kamis (2/11/2017).

Kerja sama dengan kampus itu juga cara dilanjutkan dengan penandatangan MoU antara STEI dan LIP (Lembaga Insan Prima) yang didirikan oleh tiga asosasi yaitu ALFI, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), dan Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (Asdeki) dalam hal uji kompetensi.

Iman Gandi menambahkan pendidikan freight forwarding, logistik dan supply chain management diperlukan bagi para pelaku atauun SDM di bidang ini sedini mungkin guna mendukung permintaan dan penawaran dalam kegiatan usaha tersebut.

Ketua STEI Ridwan Maronrong menyatakan bahwa mahasiswanya sangat memerlukan pengembangan tidak hanya menyangkut mata kuliah perdagangan, tetapi terkait dengan kegiatan di bidang freight forwarding, logistik, dan SCM.

"Hal ini guna membentuk kesiapan nantinya untuk masuk di bidang usaha ini sehingga wawasan dan pengetahuan sudah sampai memahami proses end to end dalam mata rantai pergerakan arus barang, distribusi dan perdagangan dan management secara nasional dan internasional," ujarnya.

Tag : logistik
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top