Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Polisi Sita 4 Juta Petasan di Indramayu

Kepolisian Resor Indramayu menyita empat juta petasan, empat ton belerang, 500 kilogram potasium dan 240 kilogram alumunium powder saat razia di pabrik petasan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 30 Oktober 2017  |  09:26 WIB
Polisi Sita 4 Juta Petasan di Indramayu
Ilustrasi - Antara

Kabar24.com, INDRAMAYU - Kepolisian Resor Indramayu menyita empat juta petasan, empat ton belerang, 500 kilogram potasium dan 240 kilogram alumunium powder saat razia di pabrik petasan.

"Kita temukan barang bukti saat melaksanakan kegiatan razia petasan dengan menyita 4 juta petasan," kata Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin lewat telepon, Senin (31/10/2017).

Petasan ini disita dari pabrik pembuatan bermerek "Bintang Fajar" di Blok Bojong Loro, Desa Telukagung, Kecamatan Indramayu.

Razia dilakukan Sabtu 28 Oktober pukul 22.00 WIB. Razia kemudian ditingkatkan Polres Indramayu dengan menyasar pabrik petasan.

"Pemilik pabrik berinisial SK (40) akan dilakukan pemanggilan untuk diproses hukum," kata Arif.

Dalam razia ini polisi menyita 338 dus petasan jenis korek kecil yang setiap satu dus berisi 10.000 butir petasan, 153 dus petasan korek besar yang masing-masing dus berisi 2.500 butir petasan, dan 10 karung petasan korek api kecil per karung 30.000 butir.

Polisi juga menyita 164 karung sulfur yang per karung berisi 25 kg sehingga total ada 4,1 ton sulfur. Kemudian 20 karung potasium yang masing-masing karung berisikan 25 kg. Terakhir, 16 dus alumunium powder seberat 240 kilogram.

"Semua barang bukti kami bawa ke Polres Indramayu," kata Arif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

petasan

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top