SURVEI PILGUB JATIM 2018 : Gus Ipul Tak Didukung Mayoritas Warga NU

Syaifullah Yusuf, yang telah resmi ditunjuk PDI Perjuangan untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur, dinilai tidak didukung basis massa Nahdlatul Ulama.
MG Noviarizal Fernandez | 15 Oktober 2017 14:59 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (tengah) Bupati Sidoarjo terpilih Saiful Ilah (kanan) dan Pengamat Politik, Eep Saefulloh Fatah (kiri) memukul kentongan padsa peluncuran program Gerakan Peduli Tetangga di Sidoarjo, Jawa Timur - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Syaifullah Yusuf, yang telah resmi ditunjuk PDI Perjuangan untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Timur, dinilai tidak didukung basis massa Nahdlatul Ulama.

Hal itu tergambar dalam survei terakhir Lembaga Jaringan Suara Indonesia (LJSI) yang digelar 28 September-8 Oktober 2017. Survei ini dilakukan di 29 kabupaten dan 9 kota di Jawa Timur dengan metode wawancara tatap muka.

“Sampel responden dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling. Sementara, margin of error survei kurang lebih sebesar 2,3% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%,” ujar Fahrurizal, Direktur LJSI, Minggu (15/10/2017).

Dia melanjutkan, dari 1.816 responden, yang merupakan warga Nadliyin berjumlah 1.352 orang atau 74,4%. Dalam jawaban survei yang memilih Syaifullah Yusuf dan Khofiffah hanya 35,7% atau sebanyak 650 respoden. Hal ini berarti suara kaum Nadliyin Jawa Timur akan terpecah dalam kontestasi tahun depan.

Ia melanjutkan, dari keseluruhan responden hanya 67,6% yang mengetahui akan adanya Pemilihan Gubenur Jawa Timur pada Juni 2018. Sisanya sebanyak 32,3% responden tidak mengetahui kontestasi tersebut.

“Tentu saja hasil survei ini menunjukkan kalau KPU mulai bekerja karena saat Survei pertama LJSI baru 57,3% warga Jawa Timur yang tahu akan adanya Pilgub,” paparnya.

Dalam survei ini, lanjutnya, responden diminta untuk menilai kompetensi para tokoh yang diuji dalam survei. Hasilnya, La Nyalla Mataliti dianggap tokoh kompeten dengan 88,6% responden karena dianggap mampu menyelesaikan masalah perbaikan ekonomi masyarakat, iklim investasi.

Posisi La Nyalla diikuti Syaifullah Yusuf dengan 71,6% karena Wakil Gubernur Jatim ini dianggap memiliki pengalaman di bidang pemerintahan.

Posisi berikutnya ditempati Tri Rismaharini dengan 68,9%, Khofifah Indar Parawansa 68,7% ,Abdullah Azwar Anas 67,6%, Nurwiyatno 66,3% dan Komisaris Besar Polisi Syafi'in 50,9%.

Dia melanjutkan, untuk aspek akseptabilitas, La Nyalla dipilih oleh 86,4% disusul Gus Ipul 67,5% ,Tri Rismaharini 65,7% ,Khofifah 65,4%, Nurwiyatno 56,5% dan, Komisaris Besar Polisi Syafi'in 51,7%.

“Ketika responden ditanyakan tokoh mana yang akan dipilih, 28,2% memilih La Nyalla Mataliti disusul Gus Ipul 21,7%, Tri Rismaharini 15,8% dan Khofifah Indar Parawansa 14,1%, kemudian Nurwiyatno 7,3%, Abdullah Azwar Anas 4,3% , dan Kombes Syafi'in 1,3%.

Dia melanjutkan, para responden menginginkan gubernur yang punya kompentensi di bidang ekonomi. Setidaknya 48,3% responden menginginkan gubernur baru bisa menciptkan lapangan kerja, mampu menarik investor sebanyak 29,3% dan mengerakan ekonomi pedesaan 22,4%.

Tag : pilgub jatim 2018
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top