GUNUNG AGUNG: Posko Baznas Karangasem Tampung Pengungsi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengoperasikan posko untuk menampung dan membantu ratusan masyarakat terdampak meningkatkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung di Provinsi Bali.
Nurudin Abdullah | 26 September 2017 00:10 WIB
Ratusan masyarakat terdampak aktivitas vulkanik Gunung Agung berada di Posko Baznas Masjid Al Hikmah, Kampung Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (25/9/2017) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengoperasikan Posko untuk menampung dan membantu ratusan masyarakat terdampak meningkatkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung di Provinsi Bali.

Posko Masjid Al Hikmah, Kampung Buitan, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali menampung 305 jiwa, terdiri dari 155 laki-laki dan 150 perempuan, termasuk di dalamnya 124 anak-anak.

Direktur Koordinasi Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional Baznas, Nasir Tajang, mengatakan Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) bersinergi dengan tim medis yang telah beroperasi di posko tersebut.

Tim medis dari Rumah Sehat Baznas (RSB) Sidoarjo, Jawa Timur yang tediri dari 2 doketer, 2 perawat serta 2 orang kualifikasi tanggap bencana dengan 1 ambulan dan 1 mobil operasional, sehingga masyarakat terlayani dengan baik.

"Posko Baznas itu berada di masjid Al Hikmah Karang Asem dan Posko 2 Baznas Tanggap Bencana berada di Kompleks Al Hidayah, Bedugul, Tabanan Bali," katanya, Senin (25/9/2017).

Di Posko Masjid Al Hikmah terdapat layanan dapur umum yang menyediakan makanan bagi para pengungsi, dapur air dan layanan kesehtan dari RSB Sidoarjo yang mengirimkan dokter dan perawat serta anggota Tim BTB.

Sementara itu Koordinator Posko Masjid Al Hikmah Buitan, Alin Nurliani, mengatakan dalam posko yang didirikan di masjid tersebut ada penyandang disabilitas, ibu menyusui, lansia dan pengungsi yang penderita stroke.

“Mereka kami tempatkan di ruangan khusus dengan fasilitas yang lebih baik, diantaranya tidur menggunakan kasur dan bantal seperti halnya pengungsi yang sedang sakit,” ujarnyak.

Menurutnya, Posko sempat membludak karena banyaknya pengungsi yang ingin tinggal di masjid. Namun, karena keterbatasan tempat, maka sejumlah warga mencari tempat lain seperti menumpang di rumah saudaranya.

Tag : bali, gunung agung
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top