Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Korsel Bersiap Jika Ada Perayaan 'Rudal' Korut

Korea Selatan bersiap untuk kemungkinan uji coba rudal lanjutan oleh Korea Utara. Peluncuran rudal terbaru nantinya menandai ulang tahun atau perayaan Founding Day (Hari Berdirinya) Korea Utara pada Sabtu (9/9/2017).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 09 September 2017  |  19:29 WIB
Korsel Bersiap Jika Ada Perayaan 'Rudal' Korut
Hwasong-12, rudal jarak menengah milik Korea Utara - Reuters
Bagikan

Kabar24.com, SEOUL- Korea Selatan bersiap untuk kemungkinan uji coba rudal lanjutan oleh Korea Utara. Peluncuran rudal terbaru nantinya menandai ulang tahun atau perayaan Founding Day (Hari Berdirinya) Korea Utara pada Sabtu (9/9/2017).

Seperti dikutip dari Reuters, pejabat Korsel telah memperingatkan Korut dapat meluncurkan rudal balistik antar benua lanjutan. Hal ini tentunya bertentangan dengan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan eskalasi ketegangan dengan Amerika Serikat.

Pyongyang kerap menandai hari ulang tahun pendiriannya dengan tampilan layar besar dan peralatan militer. Tahun lalu, Korut melakukan uji coba nuklir kelima untuk peringatan tanggal 9 September 2016.

Ketegangan di Semenanjung Korea telah meningkat saat pemimpin muda Korut, Kim Jong Un, telah meningkatkan pengembangan senjata, menguji coba serangkaian rudal pada 2017, dan melakukan peluncuran rudal keenam kalinya pada Minggu (3/9/2017).

Merayakan ultah hari pendiriannya, halaman depan media resmi Korut, Rodong Shinmun mengatakan negara harus membuat senajata berteknologi tinggi "Juche" untuk menghadirkan sejarah besar seperti pada 28 Juli. Tanggal tersebut mengacu pada uji coba rudal balistik antar benua.

Juche adalah ideologi kemandirian Korea Utara yang merupakan perpaduan antara Marxisme dengan nasionalisme ekstrim, seperti yang disuarakan Kim Il Sung, kakek Kim Jong Un.

The Nuclear Safety and Security Commission (NSSC) di Korsel mengatakan telah melakukan uji coba terhadap sampel tanah, udara, dan air sejak peluncuran rudal Korut pada pekan lalu. Mereka meneliti perihal ada tidaknya kandungan xenon.

Xenon adalah gas alami yang digunakan untuk pembuatan lampu. Namun, zat ini dikaitkan dengan nuklir Korut. "Tidak ada indikasi xenon, tidak akan berdampak pada wilayah atau populasi Korsel," papar NSSC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korut

Sumber : Reuters

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top