Otomatisasi Ancam Tenaga Kerja Manusia

Tren otomatisasi di berbagai sektor memang telah mendorong pertumbuhan ekonomi global. Namun di tengah tren produktivitas manusia yang menurun, otomatisasi justru berpeluang menggerus lapangan kerja bagi manusia.
Yustinus Andri DP | 24 Agustus 2017 13:54 WIB
Pengajar tamu Asia Global Institute di The University of Hong Kong Andrew Sheng - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Tren otomatisasi di berbagai sektor memang telah mendorong pertumbuhan ekonomi global. Namun di tengah tren produktivitas manusia yang menurun, otomatisasi justru berpeluang menggerus lapangan kerja bagi manusia.

Pengajar tamu Asia Global Institute di The University of Hong Kong Andrew Sheng mengatakan, teknologi dan otomatisasi adalah mesin baru perekonomian dunia di tengah arus globalisasi yang kencang.

Pesatnya perkembangan bisnis e-commerce menjadi contohnya, yang pada akhirnya memunculkan dua pemain besar seperti Amazon.com di Barat dan Alibaba di Asia. “Bisnis e-commerce saat ini adalah salah satu bisnis yang paling efisien karena meminimalkan interaksi pekerjaan secara fisik oleh manusia dalam setiap tranksaksinya,” kata Sheng dalam konferensi bertajuk Synergy on the VUCA World, Maintaining the Resilience Momentum of Economic Growth di Bank Indonesia, Kamis (24/8/2017).

Di sisi lain, saat ini cukup banyak perusahaan manufaktur yang mengotomatisasi sejumlah pekerjaannya untuk menggantikan pekerjaan yang biasanya dilakukan manusia. Hal itu dilakukan sebagai salah satu bentuk efisiensi perusahaan di tengah masih belum pulihnya perekonomian global.

“Perkiraan kami, otomatisasi akan mengambil hingga 50% dari aktivitas manusia hingga 2037,” lanjut Shen.

Pasalnya, selama ini proses peralihan dari tenaga manusia ke otomatisasi terbukti telah meningkatkan produktivitas global. Sheng memerkirakan otomatisasi akan meningkatkan produktivitas global sebesar 0,8% -1,4% dalam jangka waktu 2015-2065.

Dia menambahkan, tren peralihan dari tenaga kerja manusia untuk mendukung produktivitas telah mulai terjadi sejak revolusi industri di mana mesin uap telah meningkatkan produktivitas global sebesar 0,3% sepanjang 1850-1910

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ecommerce

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top