Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Turki Bantah Dikaitkan Dengan Teror di Suriah

Turki pada Ahad (30/7) memprotes pernyataan Utusan Khusus AS yang mengaitkan Turki dengan kehadiran kelompok teror di Suriah Utara.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Juli 2017  |  13:55 WIB
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters
Anak-anak pengungsi Suriah di penampungan Turki - Reuters

Bisnis.com, ANKARA,  Turki - Turki pada Minggu (30/7) memprotes pernyataan Utusan Khusus AS yang mengaitkan Turki dengan kehadiran kelompok teror di Suriah Utara.

Pernyataan Brett McGurk tersebut, Utusan Khusus AS bagi Koalisi Global melawan IS, dikecam oleh Huseyin Muftuoglu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki, sebagai provokatif, demikian antara lain pernyataan tertulis dari juru bicara itu.

Kedutaan Besar Turki di Washington juga akan mengeluarkan pernyataan diplomatik berkaitan dengan masalah tersebut, ia menambahkan.

McGurk mengatakan dalam satu panel di Lembaga Timur Tengah di Washington pada Jumat (21/7) bahwa Idlib telah berubah menjadi "zona aman buat pelaku teroris Al-Qaida di perbatasan Turki".

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Turki yang tak ingin disebutkan jatidirinya mengatakan pernyataan itu dipandang mengisyaratkan peran Turki bagi kehadiran kelompok Front An-Nusra di Idlib.

McGurk juga mengatakan kepada peserta panel tersebut bahwa AS bermaksud bekerjasama dengan Turki untuk menutup perbatasan di bagian timur-laut Turki bagi gerilyawan yang direkrut.

Utusan AS itu mengatakan mungkin bukan pendekatan terbaik buat sebagian mitra AS "untuk mengirim puluhan ribu senjata dan memalingkan wajah mereka ke jurusan lain saat petempur asing memasuki daerah ini".

Wakil Sekretaris Kementerian Luar Negeri Turki Sedat Onal melalui telepon meminta utusan AS tersebut untuk "mengoreksi" pernyataannya jika ia tidak bermaksud menyebar provokasi, kata sumber itu.

Diplomat Turki tersebut memperingatkan McGurk bahwa pernyataan semacam itu dapat membahayakan landasan kerja sama antara AS dan Turki pada saat Washington mengupayakan kerja sama dengan Pemerintah Turki bagi masa pasca-IS di Suriah, pernyataan tersebut menambahkan.

McGurk memicu kemarahan Turki terutama setelah kunjungannya ke jajaran petinggi Unit Perlindungan Sipil (YPG) di Suriah Utara, yang dipandang oleh Ankara sebagai cabang kelompok terlarang Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Pada Mei, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menuntut AS mencopot utusan yang pro-Kurdi itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

turki

Sumber : ANTARA/XINHUA-OANA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top