SINDIKAT KEJAHATAN SIBER CHINA: Ini Modus Operandinya, Sasaran Warga China

Diduga sindikat kejahatan siber internasional asal China, yang beroperasi di Jakrta dan dibongkar petugas gabungan Polri, Sabtu (29/7/2017), memeras dan menipu terhadap sesama warga China.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 30 Juli 2017  |  20:46 WIB
SINDIKAT KEJAHATAN SIBER CHINA: Ini Modus Operandinya, Sasaran Warga China
Ilustrasi kejahatan siber. - Reuters/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA -  Diduga sindikat kejahatan siber internasional asal China, yang beroperasi di Jakrta dan dibongkar  petugas gabungan Polri, Sabtu (29/7/2017),  memeras dan menipu terhadap sesama warga China.

Kini, petugas gabungan Polri  mengamankan 27 Warga Negara China yang diduga sindikat kejahatan siber internasional di Jalan Sekolah Duta Pondok Indah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Sabtu (29/7/2017).

"Dugaan kejahatan siber internasional dengan modus operasi penipuan dan pemerasan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Rikwanto di Jakarta, Minggu (30/7/2017).

Rikwanto mengatakan petugas gabungan Polri itu terdiri dari Direktorat Siber Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dan Polres Kota Depok pimpinan Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Sugiarto.

Rikwanto mengungkapkan para pelaku berjumlah 27 orang terdiri dari 15 orang pria dan 12 orang perempuan yang berasal dari  China.

Para pelaku diketahui melakukan kejahatan penipuan dan pemerasan terhadap sesama Warga China dengan modus mengaku sebagai aparat penegak hukum.

Awalnya, pelaku menghubungi dan mengancam korban yang merupakan Warga China terlibat kasus hukum sehingga korban panik.

Selanjutnya, pelaku meminta sejumlah uang bertujuan supaya korban tidak dijerat kasus hukum yang dituduhkan.

"Setelah korban mengirimkan uang baru menyadari tertipu, selanjutnya melaporkan ke kepolisian China," tutur Rikwanto seraya menambahkan sindikat itu telah beroperasi melakukan kejahatan di Indoensia sejak Maret 2017.

Polisi juga menyita barang bukti berupa tujuh unit komputer jinjing (laptop), 31 unit iPad mini, satu unit iPad, 12 unit "handytalky", 12 unit "router wireless", tiga unit jaringan telekomunikasi, empat telepon selular, 17 "keypad numeric" dan 20 lembar kartu tanda penduduk China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kejahatan siber

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top