Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Ditinggikan Hingga 12 Meter

Tanggul Penahan Lumpur Lapindo Ditinggikan Hingga 12 Meter
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juli 2017  |  16:38 WIB
Sejumlah wisatawan melihat seratus patung sisa peringatan 8 tahun semburan lumpur lapindo yang ada area tanggul penahan lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (10/5). - Antara
Sejumlah wisatawan melihat seratus patung sisa peringatan 8 tahun semburan lumpur lapindo yang ada area tanggul penahan lumpur Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (10/5). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Tanggul penahan lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur ditinggikan menjadi 12 meter dari ketinggian semula sekitar delapan sampai dengan sepuluh meter untuk mengantisipasi melubernya lumpur dari dalam kolam penampungan.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Hengki LIstria Adi, Selasa mengatakan, peninggian tanggul tersebut harus dilakukan mengingat wilayah tersebut terus mengalami penurunan tanah.

"Dalam catatan kami setiap tahun terus mengalami penurunan tanah atau subsidence sampai dengan lima centimeter," ujarnya saat dikonfirmasi di Sidoarjo.

Dia bersama dengan tim yang lain, terus melakukan pemantauan dan juga melakukan upaya peninggian tanggul supaya material semburan lumpur dari dalam kolam penampungan tidak meluber keluar.

"Saat ini, elevasi atau jarak antara luberan lumpur dengan bibir tanggul masih sekitar satu meter. Masih dalam batas aman," ujarnya.

Ia mengatakan, peninggian tanggul penahan lumpur ini dilakukan pada titik 67, 68, 81, 83 dan berakhir hingga di titik 42 dengan panjang sekitar delapan kilometer.

"Lokasi tersebut berada di sebelah Utara dan juga Timur pusat semburan lumpur. Sementara di sisi Barat yang berbatasan langsung dengan rel kereta api dan juga Jalan Raya Porong masih terus dilakukan pemantauan," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan upaya pengaliran lumpur dari dalam kolam penampungan menuju ke Kali Porong dengan menggunakan bantuan dari kapal keruk.

"Pengaliran lumpur ke Kali Porong masih terus dilakukan sebagai salah satu upaya mengurangi beban dari semburan lumpur yang keluar dari dalam pusat semburan," katanya.

Ia menambahkan, saat ini semburan lumpur masih fluktuatif yakni setiap harinya semburan lumpur ini mencapai 20-40 ribu meter kubik.

"Kondisi ini masih cukup aman. karena pengaliran lumpur dari dalam kolam penampungan ke Kali Porong masih terus dilakukan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lumpur lapindo

Sumber : Antara

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top