Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

PENERIMAAN SISWA BARU: PPDB Dinilai Lebih Rumit. Kuota Sejumlah Sekolah Belum Terpenuhi

Hal itu misalnya terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hingga hari terakhir pendaftaran Kamis (6/7) malam belum mencapai batas pagu.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 Juli 2017  |  09:59 WIB
PENERIMAAN SISWA BARU: PPDB Dinilai Lebih Rumit. Kuota Sejumlah Sekolah Belum Terpenuhi
Ilustrasi: Calon peserta didik baru didampingi orang tuanya melihat pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tahun pelajaran 2017/2018 yang dipajang di Kota Jambi, Senin (12/6). - Antara/Wahdi Septiawan
Bagikan

Kabar24.com, SITUBONDO - Selain persoalan sulit mengakses PPDB online seperti yang terjadi di Jawa Barat, ternyata ada juga sekolah yang belum terpenuhinya kuotanya hingga batas akhir pendaftaran calon siswa baru.

Hal itu misalnya terjadi di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.  Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah SMA dan SMK di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hingga hari terakhir pendaftaran Kamis (6/7) malam belum mencapai batas pagu.

"Sistem PPDB secara online atau daring (dalam jaringan) khusus untuk SMA hanya ada empat dari sembilan sekolah yang mencapai pagu, yakni SMAN 1 Situbondo, SMAN 2 Situbondo, SMAN 1 Asembagus dan SMAN 1 Besuki," ujar Kepala Seksi SMA/SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Situbondo, Fauzan di Situbondo, Jumat (7/7/2017).

Sedangkan lima SMA lainnya belum memenuhi pagu, lanjut dia, yaitu SMAN 1 Suboh, SMAN 1 Panji, SMAN 1 Kapongan, SMAN 1 Banyuputih dan SMA Negeri 1 Panarukan.

Tidak hanya SMA, SMK juga mengalami hal serupa bahkan hampir seluruh SMK di Kota Santri itu tidak semua jurusannya memenuhi pagu.

"Kalau di SMK pagunya berdasarkan jurusan dan setiap SMK memiliki lebih dari satu jurusan yang jumlah pendaftarnya mayoritas kurang dari pagu," ucapnya.

Menurut Fauzan, seluruh lembaga SMA maupun SMK yang pagunya belum terpenuhi telah berkirim surat ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk meminta perpanjangan waktu PPDB.

"Pada hari ini seluruh kepala dinas cabang dipanggil ke Dinas Provinsi Jawa Timur guna membahas SMA dan SMK yang sampai saat ini belum memenuhi pagu. Apakah nantinya ada perpanjangan PPDB atau tidak nanti kami informasikan," paparnya.

Sementara Tim PPDB SMAN 1 Kapongan, Saifi mengatakan hingga hari terakhir kemarin jumlah pendaftar belum mencapai pagu dan pihak sekolah telah berkirim surat ke Cabang Dinas Pendidikan untuk meminta perpanjangan waktu PPDB.

"Sistem PPDB tahun ini lebih rumit daripada tahun lalu dan jeda waktu antara bimbingan teknis dengan pelaksanaan PPDB juga terlalu singkat yaitu hanya satu minggu serta banyak wali murid yang belum memahami tata cara pendaftaran," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PPDB Online

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top