Jelang Pertemuan Moon-Trump, Samsung Investasi US$1,9 Miliar di AS

Samsung Electronics Co mengumumkan rencana investasi senilai US$1,9 miliar di dua pabrik A.S. saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mempersiapkan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Bunga Citra Arum Nursyifani | 29 Juni 2017 11:09 WIB
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in - Istimewa

Bisnis.com, SEOUL - Samsung Electronics Co mengumumkan rencana investasi senilai US$1,9 miliar di dua pabrik A.S. saat Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mempersiapkan pertemuan puncak dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Samsung akan mengeluarkan US$1,5 miliar bagi pabrik semikonduktornya di Texas dan membangun pabrik senilai US$380 juta di South Carolina untuk peralatan rumah tangga. Kedua investasi tersebut akan dilakukan hingga 2020, menurut pernyataan dari perusahaan dan kamar dagang Korea Selatan.

Pengumuman tersebut muncul tepat di depan pertemuan puncak pertama Moon dengan presiden AS, yang telah menjadi kritikus vokal atas sebuah perjanjian perdagangan bebas dan menggambarkannya sebagai "jalan satu arah." Surplus perdagangan Korea Selatan dengan AS meningkat dua kali lipat sejak sebelum kesepakatan itu mulai berlaku pada 2012, meski investasi langsung di AS naik lebih dari 140% pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, menurut Bank Ekspor-Impor Korea.

Samsung mempekerjakan sekitar 3.000 orang di pabrik Austin dan telah menginvestasikan total US$17 miliar sejak pabrik tersebut mulai beroperasi pada tahun 1998. 

Wakil ketua Samsung Electronics Kwon Oh-hyun bergabung dengan delegasi Moon bersama puluhan eksekutif dari perusahaan Korsel lain seperti Hyundai Motor Co. Pada Februari, Trump men-tweet, "Terima kasih, @Samsung! Kami ingin sekali memiliki Anda [di sini]!, "mengutip sebuah laporan bahwa perusahaan tersebut mempertimbangkan membangun pabrik di AS untuk memproduksi peralatan rumah tangga.

Fasilitas Newberry akan membuat peralatan rumah tangga termasuk mesin cuci mulai awal tahun depan. Samsung telah mengoperasikan call center di Greenville, South Carolina, yang mendukung 800 lapangan kerja. Samsung mulai mempertimbangkan untuk memperluas basis produksi A.S. sekitar tiga tahun yang lalu dan memulai diskusi dengan South Carolina pada musim gugur 2016.

"Investasi Samsung adalah berita bagus untuk South Carolina dan Amerika Serikat, dan ini merupakan cerminan langsung dari kenyataan bahwa Amerika menjadi tujuan yang lebih kuat bagi bisnis global yang ingin tumbuh," kata Sekretaris Perdagangan A.S. Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Bloomberg, Kamis (29/6/2017).

Sumber : Bloomberg

Tag : samsung, amerika serikat, korea selatan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top