KHOTBAH IDULFITRI, Berikut Pesan Ketua PWNU Sumsel

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Selatan Amri Siregar mengajak umat Islam di Bumi Sriwijaya untuk menyelaraskan kehidupan beragama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara
Samdysara Saragih | 25 Juni 2017 09:40 WIB
. - .

Kabar24.com, PALEMBANG– Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Selatan Amri Siregar mengajak umat Islam di Bumi Sriwijaya untuk menyelaraskan kehidupan beragama dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Akhir-akhir ini kita merasakan problem kebangsaan yang mengharuskan kita melakukan telaah ulang,” katanya saat memberikan khotbah Shalat Idulfitri 1 Syawal 1438 H di Masjid Agung Palembang, Minggu (25/6/2017).

Saat ini, Amri berpandangan Indonesia semakin melangkah maju dengan berbagai indikatornya, salah satunya di bidang ekonomi. Namun di sisi lain, dia mengingatkan bahwa negeri ini juga masih berhadapan dengan berbagai potensi ancaman yang mesti diantisipasi sedini mungkin.

“Kita tidak boleh tutup mata dengan ancaman seperti merajalelanya kemaksiatan, fanatisme golongan, egosektoral, kemiskinan, kebodohan, dan kurangnya pemahaman agama umat,” katanya.

Selain itu, Amri juga menyoroti dampak negatif kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah semakin nyata. Begitu pula dengan isu radikalisme yang mesti disikapi serius oleh umat Islam dengan penuh kewaspadaan.

Untuk itu, Amri menilai Lebaran tahun ini menjadi momen yang tepat bagi umat Islam untuk merefleksikan kehidupan keagamaannya. Kaum muslimin, kata dia, dapat memaknai Idulfitri dengan tiga sikap.

Pertama, saling memaafkan kesalahan sesama manusi karena sudah kembali ke fitrah. Kedua, tidak menodai Hari Kemenangan dengan hawa nafsu. Ketiga, meningkatkan amal dan ketakwaan setelah Idulfitri atau 11 bulan ke depan.

“Ramadan di bulan kesembilan tahun Hijriah ini punya hikmah, di mana anak manusia setelah sembilan bulan dalam kandungan lahir ke dunia dalam keadaan suci dan fitrah. Insya Allah, setelah Ramadan, kita sudah seperti manusia suci yang baru dilahirkan,” ujar pria kelahiran Sumatra Utara ini.

Shalat Idulfitri 1 Syawal 1438 H di Masjid Agung Palembang turut dihadiri oleh Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, Wali Kota Palembang Harnojoyo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimpa) Sumsel, Forkopimda Palembang, dan ribuan jemaah lainnya.

Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumsel, Shalat Idulfitri 1 Syawal 1438 H di Palembang berlangsung di 22 lokasi, rinciannya di 21 masjid dan satu lapangan terbuka yakni Lapangan Polda Sumsel.

Tag : lebaran
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top