Indonesia dan OFID Jajaki Kerja Sama Bantuan Teknis ke Palestina

Kerja sama berupa program bantuan teknis ke Palestina menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Austria, DR. Darmansjah Djumala, dengan Direktur Jenderal OPEC Fund for International Development (OFID), Suleiman Jasir Al-Herbish, saat penyerahan surat kepercayaan (credentials) Dubes RI ke OFID, di Wina, Austria, Kamis (22/6/2017).
Andhina Wulandari | 23 Juni 2017 09:48 WIB
Penyerahan credentials Duta Besar RI untuk Austria, DR. Darmansjah Djumala, pada Direktur Jenderal OPEC Fund for International Development (OFID), Suleiman Jasir Al-Herbish, Kamis (22/6/2017). - Dokumentasi KBRI Wina

Kabar24.com, WINA – Kerja sama berupa program bantuan teknis ke Palestina menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar RI untuk Austria, DR. Darmansjah Djumala, dengan Direktur Jenderal OPEC Fund for International Development (OFID), Suleiman Jasir Al-Herbish, saat penyerahan surat kepercayaan (credentials) Dubes RI ke OFID, di Wina, Austria, Kamis (22/6/2017).

Pengembangan sumber daya manusia di suatu negara adalah prasyarat utama suksesnya pembangunan suatu negara. Dengan pemikiran tersebut, Pemerintah RI telah melaksanakan berbagai program bantuan teknis, khususnya dalam bidang peningkatan kapasitas ke berbagai negara di Asia, Afrika, Amerika Latin dan Pasifik.

Salah satu wujud nyata bantuan tersebut adalah berbagai program bantuan teknis ke rakyat dan pemerintah Palestina.

OFID, sebagai salah satu lembaga donor internasional yang juga memiliki visi yang sama, sepakat bersama-sama dengan Indonesia untuk terus mendukung proses tersebut di masa mendatang.

“Dorongan kerja sama ini merupayakan upaya konkret Pemerintah RI untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui forum diplomasi multilateral, dan memposisikan Indonesia sebagai negara yang aktif memberikan bantuan teknis kepada negara-negara yang membutuhkan,” ujar Duta Besar Djumala.

OFID merupakan institusi finansial internasional yang memberikan bantuan pinjaman dan hibah kepada negara-negara berkembang untuk menjalankan berbagai program pembangunan dan peningkatan kapasitas.

Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai organisasi internasional dan kalangan swasta. Sebagai salah satu anggotanya, Indonesia berkesempatan untuk turut serta mengarahkan organisasi ini untuk memberikan bantuan kepada negara-negara yang memiliki kedekatan politik dan sejarah dengan Indonesia.

OFID didirikan tahun 1976 oleh anggota OPEC dan kini beranggotakan 13 negara. Mandat utama OFID adalah mendorong pembangunan di negara-negara berkembang di dunia. Dalam menjalankan mandatnya, OFID bekerja sama dengan berbagai institusi finansial dan organisasi internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top