PERAMPOKAN MAUT DAAN MOGOT: Kekasih Kapten Rampok Dipaksa Kabur dan Tak Kebagian Jatah

RCL kebagian tugas mencari tempat untuk ditinggali para kawanan perampok yang sebelumnya telah beraksi sebanyak 23 kali itu.nn
Juli Etha Ramaida Manalu | 21 Juni 2017 16:55 WIB
Ilustrasi - Antara/Nova Wahyudi

Kabar24.com, JAKARTA - RCL, wanita kekasih kapten kelompok perampok di SPBU Jalan Daan Mogot mengaku terpaksa ikut melarikan diri ke Banyuwangi karena berada di bawah ancaman SFL, sang kapten.

Dalam aksi perampokan kali ini ini, RCL kebagian tugas mencari tempat untuk ditinggali para kawanan perampok yang sebelumnya telah beraksi sebanyak 23 kali itu.

"Untuk Banyuwangi, pertama saya itu menolak ikut dia, tapi saya terpaksa Pak, karena diancam suruh ikut, jangan mau enaknya doang. Saya terpaksa sudah ikut," kata RCL ketika ditanyai Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan, Rabu (21/6/2017).

Dia juga mengaku menyesal telah ikut membantu para kelompok tersebut mencari dan menyewa tempat selama merencanakan dan setelah melakukan aksinya.

Menurutnya, dia mau menyewa apartemen karena disuruh SFL yang tidak memiliki kartu identitas domisili Jakarta.

"Sebenarnya yang sewa itu disuruh sama dia, tapi atas namanya saya, karena KTP daerah kurang diterima. Saya menyesal kenapa saya sebodoh itu tidak tahu risikonya seperti ini Pak," kata RCL.

Menurut pengakuannya, kendati semua pelaku di kelompok itu mendapatkan bagian sebesar hampir Rp14 juta per orang, dirinya tidak mendapatkan apapun kecuali uang yang diletakkan dalam dompetnya untuk membeli bahan makanan dan peralatan untuk mandi.

RCL mengaku pertama kali bertemu dengan SFL di sebuah tempat karaoke di Grand Menteng saat dirinya bekerja sebagai LC atau wanita yang bekerja menemani tamu karaoke.

RCL diamankan bersama SFL saat sedang berusaha melarikan diri ke Bali melalui Banyuwangi. Namun, menurut RCL dirinya hanya disuruh untuk ikut hingga Banyuwangi.

Sementara itu, SFL tewas karena berusaha melawan petugas ketika diminta menunjukkan lokasi tempat dia membuang senjata yang digunakan menembak korbannya DT.

DT tewas ditembak SFL di depan sebuah SPBU di Daan Mogot Jakarta Barat karena berusaha mempertahankan diri dari kawanan perampok yang telah mengintainya sejak keluar dari bank dan menggembosi ban mobilnya.

Dari tangan DT, para perampok mengambil uang sekitar Rp300 juta yang kemudian mereka bagi-bagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perampokan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top