Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI Dorong Warga Sumsel Tingkatkan Transaksi Nontunai

Bank Indonesia mendorong masyarakat Sumatra Selatan beralih ke media transaksi nontunai dalam rangka mengurangi kebutuhan uang kartal.
Samdysara Saragih
Samdysara Saragih - Bisnis.com 18 Juni 2017  |  01:16 WIB
BI Dorong Warga Sumsel Tingkatkan Transaksi Nontunai
Ilustrasi - Bisnis.com/Endang Muchtar
Bagikan

Kabar24.com, PALEMBANG - Bank Indonesia mendorong masyarakat Sumatra Selatan beralih ke media transaksi nontunai dalam rangka mengurangi kebutuhan uang kartal.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel Seto Pranoto menilai infrastruktur transaksi nontunai di daerah tersebut, khususnya kawasan urban, cukup memadai. Sayangnya, transaksi nontunai belum cukup populer dan transaksi tunai masih mendominasi lebih dari 90%.

Seto mencontohkan Kantor Regional II PT Bank Mandiri (Persero) Tbk saja memiliki 14.000 mesin penangkap data elektronik (EDC) yang tersebar di unit-unit pertokoan. Namun, nasabahnya masih cenderung menarik tunai via anjungan tunai mandiri (ATM).

“Sebenarnya kan bisa pakai EDC langsung. Tapi karena kebiasaan, mereka ambil dulu uang dulu di ATM kemudian belanja tunai. Hal ini sebenarnya harus dihindari,” tuturnya seusai acara pembukaan Mandiri Cinta Rupiah di Palembang pada Jumat (16/6/2017).

Seto mengatakan Gerakan Nasional Nontunai (GNNT) akan terus digalakkan oleh bank sentral dengan melibatkan kalangan industri perbankan. Menurut dia, kemajuan sebuah bangsa ditentukan salah satunya dengan seberapa cepat masyarakatnya mengadopsi transaksi nontunai.

Meski mendorong transaksi nontunai, BI juga tetap menjalankan fungsinya sebagai lembaga pengedar uang kartal. Apalagi, tahun lalu BI meluncurkan uang baru emisi 2016 yang perlu disebarkan lebih merata.

Seto menuturkan fokus BI pada tahun-tahun ke depan adalah menggarap daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Tahun ini, misalnya, BI Sumsel secara khusus membuka layanan penukaran uang lewat di tepi Sungai Musi dengan menggunakan kapal pada 6 Juni, 7 Juni, dan 9 Juni.

“Ini unik karena di sungai selama ini tidak pernah tersentuh. Selama tiga hari masyarakat antusias sekali. Per hari bisa ditukarkan Rp500 juta,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang sumsel
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top