Presiden Jokowi Tiba di Tanah Air dari Arab

Langit cerah menyambut kedatangan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (22/5/2017) pukul 09.54 WIB.
Arys Aditya
Arys Aditya - Bisnis.com 22 Mei 2017  |  11:31 WIB
Presiden Jokowi Tiba di Tanah Air dari Arab
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) disambut gubernur Aceh, Zaini Abdullah (tengah) dan para pejabat Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompimda) saat tiba d Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, Sabtu (20/5). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA -- Langit cerah menyambut kedatangan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (22/5/2017) pukul 09.54 WIB.

Tampak menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Iriana, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara King Salman, Riyadh, Arab Saudi, Minggu (21/5/2017) pukul 19.35 Waktu Setempat (WS) atau pukul 23.35 WIB dan transit selama 50 menit di Banda Aceh.

Di Riyadh, Arab Saudi, Presiden menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam Amerika yang dihelat di King Abdulaziz Convention Center, Minggu 21 Mei 2017.

Di forum ini, Presiden menyampaikan pesan dan berbagi pengalaman kepada dunia Internasional dalam upaya Indonesia melawan radikalisme dan terorisme.
Indonesia meyakini pentingnya menyeimbangkan pendekatan hard-power dengan pendekatan soft-power. Selain pendekatan hard-power, Indonesia juga mengutamakan pendekatan soft-power melalui pendekatan agama dan budaya.

“Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan nara pidana terorisme yang sudah sadar; dan organisasi masyarakat,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan empat pemikirannya untuk mengatasi radikalisme dan terorisme.

Pertama, umat Islam se dunia harus bersatu bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.

“Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme; janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan,” ujar Presiden.

Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan.
Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri; pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat.

Keempat, Presiden mengharapkan setiap dari kita harus berani menjadi “part of solution” dan bukan “part of problem” dari upaya pemberantasan terorisme.

"Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia,” ujar Presiden mengakhiri sambutannya di KTT Arab Islam Amerika.

Di dalam forum ini, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/KPN Andri Hadi mengatakan bahwa hanya tujuh kepala negara/pemerintahan yang berbicara.

"Ketujuh kepala negara/pemerintahan yang berbicara, yakni Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Raja Jordan Abdullah II, Presiden Mesir Abdelfattah Said Al-Sisi, Presiden Joko Widodo, Raja Kuwait Sabah Al-Ahmad Al-Jabir Al-Sabah, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak," ucap Andri Hadi.

Turut menyertai Presiden dan Ibu Iriana dalam penerbangan dari Riyadh, Arab Saudi menuju Jakarta, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI Trisno Hendradi, Dirjen Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri/KPN Andri Hadi, Komandan Paspampres Mayjen TNI (Mar) Suhartono, Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono dan Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden Ari Setiawan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top