Gorontalo Bidik Investasi Baru Rp2 Triliun

Pemerintah Provinsi Gorontalo membidik investasi baru senilai Rp2 triliun sepanjang 2017. Sektor pertambangan dan jasa bakal diandalkan guna menarik minat investor membenamkan modal di provinsi Serambi Madinah.
Rivki Maulana | 16 Mei 2017 06:49 WIB
Gorontalo Outer Ring Road - Twitter

Bisnis.com, MANADO -- Pemerintah Provinsi Gorontalo membidik investasi baru senilai Rp2 triliun sepanjang 2017. Sektor pertambangan dan jasa bakal diandalkan guna menarik minat investor membenamkan modal di provinsi Serambi Madinah.

Syukri J. Botutihe, Kepala Badan Penanaman Modal & Pelayaran Terpadu Satu Pintu (PSTP) Gorontalo, mengatakan target investasi baru tahun ini sama dengan pencapaian pada 2016 lalu. Namun, dia menekankan, lonjakan realisasi investasi pada 2016 didorong oleh penyelesaian satu proyek pembangkit listrik yang memiliki nilai proyek signifikan.

Sebagaimana diketahui, pada Juni 2016 proyek pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Kabupaten Pohuwato berdaya4 x 25 megawatt telah rampung. Nilai investasi proyek tersebut mencapai Rp1,89 triliun.

Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan, realisasi investasi baru di Gorontalo terbilang seret. Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp82,39 miliar sepanjang kuartal I/2017, merosot bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,43 triliun.

Senada, realiasi penanaman modal asing (PMA) juga turun 60% menjadi tinggal US$2,1 juta. Syukri mengakui, hingga tiga bulan pertama tahun ini belum banyak komitmen investasi yang direalisasikan.

"Rata-rata yang baru masuk di pertambangan baru tahap eksplorasi. Di pariwisata progresnya juga masih dalam tahap kerja sama. Orang masih belajar prospek dan penjajakan," jelasnya kepada Bisnis, Senin (15/5/2017).

Syukri menjelaskan, guna menarik investor, Pemprov Gorontalo memberikan komitmen perizinan yang ringkas dan singkat. Menurutnya, investor bisa mengantongi izin prinsip dalam satu hari bila persyaratan berkas dinyatakan lengkap.

Proses perizinan satu hari itu menurut Syukri berlaku untuk seluruh sektor usaha, kecuali pertambangan. Dia menerangkan, sektor pertambangan yang erat dengan aspek lingkungan memerlukan proses yang lebih panjang dibandingkan sektor lain.

Untuk diketahui, investasi memiliki peran cukup penting bagi perekonomian Gorontalo. Badan Pusat Statistik melansir, kontribusi investasi terhadap total produk domestik regional bruto (PDRB) Gorontalo mencapai 28,92% pada kuartal I/2017. Di periode yang sama, investasi tumbuh 3,21% (YoY) dan memberi andil sumber pertumbuhan 1,03%. Adapun pertumbuhan ekonomi Gorontalo mencapai 7,27%.

 

Tag : gorontalo
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top