Pemkot Kupang Bantu Lulusan SMA/SMK Dari Keluarga Miskin Lanjutkan Kuliah

Pemerintah Kota Kupang menyediakan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk membiayai program bantuan pendidikan agar para siswa lulusan SMA/SMK sederajat kategori keluarga miskin tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Newswire | 27 April 2017 09:31 WIB
Ilustrasi - Antara

 

Kabar24.com, KUPANG - Demi membantu lulusan SMA/SMK sederajat dari keluarga miskin melanjutkan kuliah Pemkot Kupang, NTT, mengalokasikan dana khusus.

Pemerintah Kota Kupang menyediakan anggaran sebesar Rp3,7 miliar untuk membiayai program bantuan pendidikan agar para siswa lulusan SMA/SMK sederajat kategori keluarga miskin tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Anggaran itu sudah dialokasikan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan sarjana bagi para tamatan SMA/SMK dan sederajatnya," kata Wali Kota Kupang Jonas Salean di Kupang, Kamis (27/4/2017).

Dia mengatakan, alokasi anggaran Rp3,7 miliar itu untuk membiayai pendidikan di perguruan tinggi bagi 1.500 orang siswa tamatan SMA/SMK sederajat dari keluarga miskin dan tidak mampu wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Program tersebut, dimaksudkan selain memperbaiki dan meningkatkan sumber daya manusia para siswa tamatan sekolah menengah atas, juga untuk memberikan akses bagi anak keluarga tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Kebijakan Pemerintah Kota Kupang itu akan diberikan sepanjang masa pendidikan para penerima program bantuan pendidikan di perguruan tinggi selama empat tahun.

"Jadi akan ada biaya bantuan sebanyak Rp2,5 juta untuk 1.500 anak itu selama kurun waktu pendidikan empat tahun kuliah," katanya.

Bersama DPRD Kota Kupang, kata mantan Sekretaris Daerah Kota Kupang itu, program ini disepakati agar memberikan ruang bagi kemungkinan teraksesnya anak miskin mendaptkan pendidikan sarjana untuk masa depannya.

"Akan ada harga diri dari orang tua dan keluarga bahwa anaknya bisa sarjana meski kehidupan ekonominya pas-pasan," kata Jonas.

Pemerintah, ujarnya, memiliki cita-cita bahwa di suatu ketika semua keluarga miskin di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu memiliki anak berstatus pendidikan sarjana. Tentu akan ada kebanggan sendiri bagi orang tua dan keluarnya.

Meski berstatus ibu kota provinsi, lanjut Jonas, penduduk miskin Kota Kupang masih sangat banyak. Ada tercatat sebanyak 14.242 kepala keluarga yang masuk dalam golongan keluarga tidak mampu.

Jumlah tersebut berada di batasan 15% dari jumlah keseluruhan penduduk di Kota Kupang sebanyak 528.121 jiwa.

Pemerintah Kota Kupang berupaya menyusun segala bentuk kebijakan demi membantu warga miskin agar bisa terus sekolah hingga sarjana.

"Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah menolong warganya yang masih berada dalam kondisi tidak beruntung," katanya.

"Memang butuh waktu tetapi harus terus kita lakukan untuk kepentingan kesejahteraan ekonomi warga miskin daerah ini," kata Jonas Salean.

Sumber : Antara

Tag : kupang, pendidikan
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top