Ngomong Buruk, Menteri di Jepang Mundur

Menteri Jepang, yang mengawasi pembangunan kembali daerah hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima, mundur pada Rabu (26/4/2017) setelah mengatakan bahwa lebih baik bencana tersebut melanda wilayah timur laut daripada Tokyo.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 27 April 2017  |  00:34 WIB
Ngomong Buruk, Menteri di Jepang Mundur
Masahiro Imamura - Reuters

Bisnis.com, TOKYO -  Menteri Jepang, yang mengawasi pembangunan kembali daerah hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima, mundur pada Rabu setelah mengatakan bahwa lebih baik bencana tersebut melanda wilayah timur laut daripada Tokyo.

Masahiro Imamura terpaksa berhenti setelah ucapannya pada Selasa (25/4/2017) di pesta untuk anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP), yang berkuasa, dan menjadi kejadian terbaru peristiwa serupa serangkaian anggota parlemen partai akibat tanggapan atau tingkah lakunya.

Saat berbicara tentang biaya akibat bencana alam itu, yang menyebabkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang, Imamura mengatakan, "Lebih baik itu terjadi di timur laut."

Tanggapan tersebut muncul beberapa minggu setelah Imamura memicu kemarahan pada jumpa pers dengan meremehkan orang yang meninggalkan Fukushima karena ketakutan setelah bencana nuklir terburuk di dunia sejak Chernobyl itu, lalu meneriaki seorang pewarta dan bergegas keluar ruangan.

Tanggapan Imamura itu memicu teguran langsung dari Perdana Menteri Shinzo Abe, yang meminta maaf atas namanya. Pengunduran dirinya yang cepat ditujukan untuk meminimalkan kerusakan pada pemerintah Abe, yang telah dituduh berpuas diri tanpa adanya pihak oposisi.

"Ini adalah komentar yang sangat tidak pantas dan menyakitkan bagi orang-orang di zona bencana, sebuah tindakan yang menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan padanya," kata Abe kepada wartawan setelah Imamura mengundurkan diri.

Persoalan tersebut masih sensitif karena bisnis regional telah berjuang untuk pulih sementara pekerjaan rekonstruksi berjalan lambat. Banyak keluarga pengungsi juga telah putus asa untuk kembali ke kota asal mereka.

Wakil Menteri Rekonstruksi Shunsuke Mutai pada tahun lalu menarik perhatian setelah memaksa seorang bawahan menggendongnya agar kakinya tetap kering saat ia mengunjungi daerah banjir. Dia berhenti pada bulan Maret pada malam peringatan keenam bencana 11 Maret setelah membuat lelucon tentang insiden tersebut.

Seminggu yang lalu Wakil Menteri Perekonomian, Perdagangan dan Industri, Toshinao Nakagawa, dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah berita mengenai perselingkuhannya diketahui khalayak. Dia kemudian mengundurkan diri dari LDP.

Dukungan terhadap Abe saat ini sekitar 50 persen meski ada serangkaian skandal baru-baru ini, termasuk yang melibatkan sekolah nasionalis. Dia memiliki kesempatan menjadi pemimpin terlama Jepang setelah partai berkuasa memungkinkan dia menjalani masa jabatan ketiga berturut-turut setelah masa jabatannya berakhir pada 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, pm jepang

Sumber : REUTERS

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top