Penjualan Permen Cokelat di India Pecahkan Rekor Global

ndia mencatatkan rekor sebagai negara dengan pasar permen coklat dengan pertumbuhan paling pesat di dunia, kendati tren global saat ini sedang melambat.
Wike Dita Herlinda
Wike Dita Herlinda - Bisnis.com 26 April 2017  |  20:15 WIB
Penjualan Permen Cokelat di India Pecahkan Rekor Global
Ilustrasi cokelat hitam - guardian

Bisnis.com, JAKARTA - India mencatatkan rekor sebagai negara dengan pasar permen cokelat dengan pertumbuhan paling pesat di dunia, kendati tren global saat ini sedang melambat.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Mintel tercatat bahwa pasar ritel permen  cokelat di India memecahkan rekor tertinggi dengan pertumbuhan 13% sepanjang 2015-2016, disusul Polandia dengan pertumbuhan hanya 2%.

Jika dibandingkan dengan tren pasar permen cokelat global, hanya India dan Polandia yang masih mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Sementara itu, di AS, Inggris, Jerman, dan Prancis penjualan permen cokelat pada periode yang sama tercatat stagnan. Adapun, di Rusia, Brasil, dan China masing-masing justru -2%, -6%, dan -6%.

Data dari Mintel juga mengungkapkan bahwa pasar permen cokelat India memiliki rerata pertumbuhan tahunan yang (CAGR) sebesar 19,9% sepanjang 2011-2015, dan diprediksi menembus level pertumbuhan 20,6% pada 2016-2020.

India juga adalah negara dengan konsumsi cokelat cukup tinggi. Riset Mintel mengatakan negara tersebut mengonsumsi coklat sebanyak 228.000 ton pada 2016.

Pasar lain dengan konsumsi cokelat di atas 200.000 ton a.l. Prancis (251.000 ton), Brasil (236.000 ton), dan China (202.000 ton).

Sementara itu, konsumsi cokelat di  Australia dan Indonesia masing-masing sebanyak 95.000 ton dan 94.000 ton pada periode yang sama.

Rekor konsumsi coklat tertinggi dipegang oleh Amerika Serikat dan Inggris, masing-masing 1,3 juta ton dan 555.000 ton pada 2016.

Direktur Insight Mintel Food and Drink Marcia Mogelonsly menjelaskan pasar permen cokelat dunia mengalami pertumbuhan yang sangat tidak merata sepanjang tahun lalu.

"Volume penjualan di negara-negara maju tetap stagnan, tetapi penjualan di negara-negara berkembang terlihat lebih moncer. Khususnya di India," paparnya, Rabu (26/4/2017).

Marcia berpendapat hasil penelitian Mintel mengindikasikan bahwa konsumen di India percaya bahwa cokelat membawa banyak manfaat. "Sepertinya itulah yang menjadi faktor pemicu utama tingginya penjualan permen coklat di India baik dari segi volume maupun nilai."

Marcia menambahkan 42% konsumen India pada rentang usia 18-24 tahun membeli makanan manis selain biskuit, seperti cokelat dan kue kek, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

Selain itu dua dari lima (44%) konsumen India berpendapat bahwa makanan manis seperti cokelat dan kue kek adalah sejat. Sementara itu satu dari tiga (35%) konsumen India percaya bahwa cokelat memberi mereka tambahan energi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cokelat

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top