Terganjal One-China, Taiwan Kesulitan Ikuti Pertemuan Tahunan WHO

Taiwan yang terisolasi secara diplomatik tidak terdaftar sebagai anggota PBB, yang mengakui prinsip one-China. Sebaliknya, China menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang akan direbut kembali bahkan jika harus dengan paksa.
Juli Etha Ramaida Manalu | 25 April 2017 17:42 WIB
Lanskap Taiwan - taiwan.gov.tw

Kabar24.com, JAKARTA- Taiwan menghadapi tugas lebih berat untuk bisa menghadiri pertemuan badan kesehatan PBB tahun ini.

Seperti disampaikan seorang pejabat senior pada Selasa (25/4/2017) hal ini seiring dengan kemunduran yang terjadi dalam hubungannya dengan China.

Taiwan yang terisolasi secara diplomatik tidak terdaftar sebagai anggota PBB, yang mengakui prinsip one-China. Sebaliknya, China menganggap Taiwan sebagai provinsi pemberontak yang akan direbut kembali bahkan jika harus dengan paksa.

Badan pembuat keputusan WHO akan mengadakan pertemuan tahunan pada 22-31 Mei di Jenewa. Namun, China sudah memperingatkan bahwa kehadiran Taiwan hanya diperbolehkan jika mengakui prinsip One-China.

Taiwan telah menghadiri pertemuan tahunan badan pembuat keputusan WHO yang disebut World Health Assembly (WHA) dan bertindak sebagai pengamat sejak 2009, di bawah kepemimpinan Presiden pendahulu Tsai Ing-wen.

"Usaha kita kali ini tidak semulus tahun-tahun sebelumnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Eleanor Wang seperti diberitakan Reuters, Selasa (25/4/2017).

Taiwan telah melobi WHA untuk bisa menghadiri pertemuan tersebut. Taiwan juga telah meyakinkan para sekutunya termasuk Amerika untuk bsa membantu.

China tidak mempercayai Tsai dan partai pendukungnya yang berkuasa dan mendukung kemerdekaan Taiwan.

Segera setelah Tsai mengambil tampuk kepemimpinan, China memutus komunikasi dengan pemerintah Taiwan guna menekan negara itu untuk mengakui bahwa Taiwan adalah bagian dari China.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
taiwan, who

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top