DENUKLIRISASI KOREA: Jalur Damai Masih Tersedia

Denuklirisasi untuk semenanjung Korea masih bisa dilakukan dengan jalan damai karena adanya kesepakatan baru dengan China. Hal itu disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di tengah meningkatnya kecemasan Korea Utara bakal kembali melakukan uji coba nuklir pekan depan.
Nurhadi Pratomo | 23 April 2017 06:14 WIB
Peluru kendali dibawa melewati tempat pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un dan pejabat tinggi lainnya dalam sebuah parade militer yang memperingati 105 tahun pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, yang juga kakek Kim Jong Un, di Pyongyang, Sabtu (15/4/2017). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Denuklirisasi semenanjung Korea berpeluang dilakukan dengan jalan damai karena adanya kesepakatan baru dengan China.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence di tengah meningkatnya kecemasan Korea Utara bakal kembali melakukan uji coba nuklir pekan depan.

Dalam kunjungannya ke Australia, Pence mengatakan jalan damai masih bisa ditempuh seiring dengan menghangatnya hubungan antara Beijing dan Washington. 

“Kami sangat yakin kalau sekutu kami di wilayah tersebut dan China akan berupaya mencegah adanya uji coba nuklir lanjutan. Ada kesempatan kita dapat menciptakan sejarah melakukan denuklirisasi semenanjung Korea dengan jalan damai,” ujar Pence di Sydney, Australia, Sabtu (22/4/17) waktu setempat.

Dia menambahkan pihaknya meyakini setelah adanya sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan China. Presiden AS Donal Trump pun telah memberikan pujian kepada Negeri Panda atas upaya mencegah Korea Utara menggunakan rudal balistik.

Dalam beberapa bulan terakhir, tensi di Semenanjung Korea kembali memanas setelah Korea Utara menguji dua senjata nuklir.

Tindakan itu berujung sanksi bagi Kim Jong Un dari perserikatan bangsa-bangsa.

Kendati demikian, Korut justru kembali mengeluarkan ancaman bagi AS dan sekutunya. Mereka mengklaim akan merayakan ulang tahun ke-85 angkatan daratnya dengan meluncurkan rudal dan uji coba nuklir.  

Kegiatan tersebut akan bertepatan dengan jadwal pelatihan militer gabungan yang dilakukan AS dan Korea Selatan. Kementerian Luar Negeri Korut telah mengeluarkan pernyataan resmi bahwa negara itu siap berperang penuh dengan Paman Sam.

“Sekarang kita memiliki kekuatan nuklir yang kuat untuk melindungi diri kita dari ancaman nuklir AS, kita akan menanggapi tanpa sedikit pun keraguan,” ujar Kemenlu Korut dalam sebuah keterangan resmi.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top