PERTEMUAN JOKOWI-PENCE: Amerika Ingin Hambatan Dagang Dipangkas

Amerika Serikat mendorong Indonesia untuk memangkas lebih banyak hambatan perdagangan sehingga arus ekspor dari Paman Sam lebih lancar. AS juga berharap hubungan perekonomian dengan RI berlangsung secara berkelanjutan.
Arys Aditya | 20 April 2017 13:33 WIB
Presiden Joko Widodo (kanan) menunjukkan jalan kepada Wakil Presiden Amerika Serikat Michael R. Pence (Mike Pence) di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/4). - REUTERS/Darren Whiteside

Kabar24.com, JAKARTA — Amerika Serikat mendorong Indonesia untuk memangkas lebih banyak hambatan perdagangan sehingga arus ekspor dari Paman Sam lebih lancar. AS juga berharap hubungan perekonomian dengan RI berlangsung secara berkelanjutan.

Dalam pernyataan pers bersama Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Kamis (20/4/2017), Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence mengemukakan hubungan perdagangan AS dan RI bisa terus berkembang secara bebas, adil dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Namun, Wapres AS tidak menyebutkan secara rinci hambatan dagang apa saja yang dia maksud.

“Kami percaya hambatan perdagangan harus dihapusan dan arena kompetisi harus setara, memangkas hambatan-hambatan perdagangan untuk memastikan eksportir AS dapat sepenuhnya berpartisipasi dalam pasar Indonesia sebagaimana yang didapat oleh eksportir RI di berbagai sektor di AS selama bertahun-tahun,” ujar Pence.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, dalam 3 tahun terakhir RI terus menikmati surplus perdagangan dengan AS dengan nilai di atas US$8 miliar. Pada tahun lalu, surplus neracara perdagangan RI bahkan menyentuh US$8,84 miliar.

Sepanjang 2014—2016 kedua negara memiliki nilai perdagangan secara berturut-turut yakni US$24,7 miliar, US23,83 miliar dan US$23,43 miliar. Indonesia juga berhasil mengirimkan ekspor ke Paman Sam dikisaran US$16 miliar setiap tahun selama periode tersebut.

Sementara, pada awal bulan lalu, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross telah diperintahkah oleh Presiden Donald Trump untuk melakukan studi komprehensif kepada mitra dagang AS. Studi akan difokuskan kepada negara yang memilki surplus dagang yang tinggi dengan AS.

Indonesia menjadi salah satu negara yang akan menjadi fokus kajian Ross. Negara lainnya adalah China, Jepang, Kanada, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia dan Swiss.

Adapun, Pence juga menyambut baik  Jokowi atas kemauan untuk melanjutkan kerja sama yang adil. “Presiden Trump dan saya berharap bisa bekerja sama dengan Anda untuk membuat sejumlah kemajuan di bidang ini. Saya sangat berterima kasih atas keterbukaan Anda kepada tim kami untuk memulai pembicaraan [tentang perdagangan] dalam beberapa pekan ke depan.”

Tag : jokowi, Mike Pence
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top