Presiden Jerman Ingatkan Pemilih Tak Dukung Penganut Anti-Uni Eropa

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan pemilih di Prancis untuk tidak mendukung politisi yang menganut paham anti-Uni Eropa.
Yustinus Andri DP | 17 April 2017 17:55 WIB
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA— Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier memperingatkan pemilih di Prancis untuk tidak mendukung politisi yang menganut paham anti-Uni Eropa.

Pernyataan itu secara tak langsung ditujukan kepada para pendukung calon pemimpin Prancis dari partai sayap kanan Marine Le Pen. Pasalnya, Le Pen menjadi salah satu kandidat yang berpotensi lolos dalam pemilihan Presiden Prancis putaran pertama pada 23 April mendatang.

“Saya hanya bisa menyarankan kepada Prancis, agar tak hanyut dalam kampanye yang menjanjikan Prancis akan lebih besar tanpa Uni Eropa. Kita [anggota Uni Eropa] akan lebih besar jika negara anggota tetap berserikat,” katanya, Senin (17/4/2017) seperti dikutip dari Bloomberg.

Stenmeier sendiri berhasil mengambil alih posisi Presiden Jerman setelah memenangkan pemilu pada bulan lalu. Mantan Menteri Luar Negeri Jerman tersebut pendukung setia Uni Eropa.

Sementara itu, Le Pen sendiri selain melambungkan isu untuk membawa keluar Prancis dari Uni Eropa, dia juga berusaha mengusung rencana kedaulatan moneter Prancis. Dia berjanji akan mengupayakan negaranya kembali menggunakan mata uang franc dan meninggalkan euro.

Dia juga ingin agar franc masuk dalam keranjang mata uang utama dunia agar dapat memacu perekonomian nasional.

Sementara itu terkait keinginannya untuk membawa keluar Negeri Ayam Jantan dari Uni Eropa, Le Pen berjanji untuk melakukan negosiasi ulang keanggotan negaranya kepada Komisi Uni Eropa. Dalam proses tersebut dia ingin agar kebijakan visa schengen bagi Prancis diubah.

Apabila tidak dikabulkan oleh Komisi Eropa, Le Pen menjanjikan akan menggelara referendum, sama seperti yang dilakukan oleh Britania Raya tahun lalu (Brexit).

Sumber : Bloomberg

Tag : prancis, jerman
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top