68 Negara Berkoalisi Percepat Kehancuran ISIS

Koalisi anti-ISIS beranggotakan 68 negara pimpinan Amerika Serikat akan bertemu di Washington Rabu (22/3/2017) ini demi mempercepat upaya menghancurkan kantong-kantong kekuatan ISIS, baik di Irak maupun Suriah.
Newswire | 22 Maret 2017 09:23 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah), diapit Wakil Presiden Mike Pence (kiri) dan Menteri Keamanan Dalam Negeri John Kelly. - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Koalisi anti-ISIS beranggotakan 68 negara pimpinan Amerika Serikat akan bertemu di Washington Rabu (22/3/2017) ini demi mempercepat upaya menghancurkan kantong-kantong kekuatan ISIS, baik di Irak maupun Suriah.

Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan jenderal-jenderalnya untuk membentangkan strategi memusnahkan ISIS yang akan didengarkan oleh para menteri anggota koalisi anti-ISIS itu.

Ini juga menjadi titah Trump kepada Menteri Luar Negeri Rex Tillerson untuk tidak lagi berada dalam bayang-bayang guna segera menunjukkan otoritasnya dalam diplomasi dalam misi gabungan tersebut.

Namun, tekad Trump ini menjadi ironi karena dia membarengi langkah itu dengan memangkas anggaran Departemen Luar Negeri AS untuk diplomasi dan bantuan asing sampai 28 persen, sehingga AS memiliki sumber-sumber yang lebih terbatas pada pasca-ISIS nanti.

Para diplomat Eropa berkata kepada AFP, mereka akan berusaha mendapatkan lagi jaminan dari Washington, bahwa AS berkomitmen pada rencana jangka panjang mengamankan kawasan ini setelah kemenangan melawan ISIS.

Pertemuan sehari itu juga akan membahas rencana pasca dibebaskannya Mosul dan Raqqa di Suriah dari ISIS.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi sendiri sudah berada di Washington. Dia menyatakan kemenangan terhadap ISIS sudah di depan mata, jika koalisi tetap bersatu padu.

"Kami sedang memusnahkan Daesh (ISIS). Kami tengah membuktikan bahwa Daesh bisa dimatikan, bisa dimusnahkan," kata Abadi di depan audiens Institut Perdamaian AS.

"Kita bisa melakukan hal itu tidak hanya di Irak, tetapi juga di seluruh kawasan. Saya mendesak sekutu dan sahabat-sahabat kita untuk tetap fokus. Kita tak boleh kehilangan fokus, kita tak boleh memberi Daesh bernafas."

Segera setelah disumpah menjadi presiden Januari lalu, Trump memberi tenggat waktu 30 hari kepada Pentagon untuk mengevaluasi kemajuan dalam perang melawan ISIS dan membuat rencana yang komprehensif untuk total melenyapkan ISIS, demikian AFP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ISIS

Sumber : Antara
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top