JK Bagikan Pengalamannya Sebagai Pebisnis dan Wapres di Bangkok

Wakil Presiden Jusuf Kalla membagikan pengalamannya berkecimpung selama hampir 50 tahun di dua sektor yang berbeda, bisnis dan pemerintahan.
Irene Agustine | 21 Maret 2017 23:57 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Vice President for Academic Affairs and Quality Assurance Rajamangala University of Technology Isan Dr. Chalempon Yungklang dalam jamuan santap malam./Bisnis - Irene Agustine

Bisnis.com, BANGKOK - Wakil Presiden Jusuf Kalla membagikan pengalamannya berkecimpung selama hampir 50 tahun di dua sektor yang berbeda, bisnis dan pemerintahan.

Pengalaman itu dia bagikan dalam acara jamuan santap malam di Rajamangala University of Technology Isan, Thailand.

Dalam sambutannya, Kalla mengatakan dirinya hampir 50 tahun menekuni dua sektor yang berbeda, yakni sektor bisnis selama 30 tahun dan sektor pemerintahan selama 18 tahun.

Menurutnya, pengalaman sebagai pebisnis memberikan dirinya bimbingan yang berharga dalam melaksanakan pemerintahan.

"Juga memperkuat kepercayaan saya bahwa sikap kewirausahaan relevan baik di sektor swasta maupun pemerintahan," katanya, Selasa malam, (21/3/2017). Dia menjelaskan bahwa sektor bisnis dan pemerintah memiliki perbedaan dan persamaan.

Yang paling mencolok, sektor swasta memprioritaskan hasil akhir ketimbang prosedur, sementara pemerintah mempertimbangkan prosedur sebagai prioritas pertama dalam memutuskan sesuatu.

"Jika kita bisa menggabungkan kekuatan dan menghilangkan kelemahan dari dua sektor ini, kita akan memiliki lembaga yang luar biasa," jelasnya.

Adapun, dia mengatakan bahwa sejarah membuktikan bahwa bisnis dan pemerintah memiliki keterkaitan yang kuat. Keberhasilan sektor swasta akan menentukan keberhasilan pemerintah dan sebaliknya.

Pemerintah mengandalkan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja, efektivitas distribusi untuk barang dan jasa, serta berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan.

Di sisi lain, pemerintah harus selalu menciptakan lingkungan ekonomi yang merangsang ekpansi dan praktek bisnis yang sehat

"Dalam hal ini, kerangka kebijakan yang solid, infrastruktur yang efisien dan suasana yang damai dan harmonis sangat diperlukan," ujarnya.

Besok (22/3/2017), Wapres akan menerima gelar Doktor Honoris Causa bidang Administrasi Bisnis (manajemen) dari Rajamangala University of Technology, Isan, Thailand, Rabu (22/3/2017).
Gelar Honorary Doctorate rencananya akan dianugerahkan oleh Putri Kerajaan Thailand, Maha Chakri Sirindhorn.

Sebelumnya Wapres juga pernah menerima Pemberian Gelar Doktor honoris Causa dari Soka University- Tokyo-Jepang tahun 2009, dan Universitas Malaya –Kuala Lumpur- Malaysia, tahun 2007, dan lima gelar Doktor dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jusuf kalla

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top