Cadangan Listrik Sumut Segera Bertambah 550 MW

PLN Sumbagut akan menambah cadangan listrik untuk memangkas defisit yang masih dialami Provinsi Sumatra Utara.
Yoseph Pencawan - nonaktif | 16 Maret 2017 14:45 WIB
Ilustrasi perawatan jaringan listrik PLN - Antara/Rony Muharrman

Bisnis.com, MEDAN - PLN Sumbagut akan menambah cadangan listrik untuk memangkas defisit yang masih dialami Provinsi Sumatra Utara.

Menurut Sugianto, General Manager Pembangkitan Listrik PLN Wilayah Sumbagut, cadangan listrik Sumut akan bertambah hingga 550 MW pada tahun ini dengan adanya pasokan dari sejumlah pembangkit.

"Dengan kondisi seperti itu maka asumsinya nanti kita punya cadangan sekitar 400 MW atau 12,13% di akhir 2017," ungkapnya kepada Bisnis, Rabu (15/3) petang.

Dijelaskan, idealnya Sumut memiliki cadangan listrik (Reserve Margin) 30% dari beban puncak yang sebesar 1.900 MW. Namun saat ini Sumut hanya memiliki 9%. Akibatnya, ketika mesin pembangkit mengalami gangguan, Sumut rentan mengalami pemadaman.

Namun kondisi tersebut dia yakini akan berangsur baik mulai tahun ini dengan adanya tambahan dari tiga sumber. Yakni pasokan dari kapal pembangkit, interkoneksi Sumsel dan PLTP Sarula II.

Kapal pembangkit, jelasnya, akan mulai memasok listrik antara Juni sampai Juli 2017 dan saat ini sedang proses persiapan untuk penyandaran dan konstruksi di darat.

Kapal ini sejenis dengan yang sudah beroperasi di Amurang (Sulawesi Utara), Kupang dan Ambon, tetapi berkapasitas jauh lebih besar. Kapal pembangkit yang beroperasi di Amurang memiliki daya sebesar 120 MW dan kapal di Kupang serta Ambon masing-masing berkapasitas hanya 60 MW. Sedangkan yang akan dijangkar di Belawan, 240 MW.

Sugianto memperkirakan kapal akan bersandar di Pelabuhan Belawan pada Mei atau Juni setelah menempuh perjalanan laut selama sekitar 35 hari dari Turki. Setelah sandar, kapal terlebih dahulu harus menjalani penyesuaian jaringan atau commissioning selama dua minggu.

Lalu tambahan 200 MW lagi dari Sumatra Bagian Selatan yang dipasok melalui tol listrik, mulai Juli atau Agustus. Lalu 100 MW dari Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarula II yang masuk pada September tahun ini.

Dengan demikian, Sumut akan mendapatkan tambahan daya listrik sekitar 550 MW sampai dengan akhir 2017. Bila dikurangi dengan pertumbuhan kebutuhan listrik sebesar 7%--9%, maka kapasitas cadangan akan terdongkrak hingga 12%--13%.

Ketua Apindo Sumut Parlindungan Purba mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya rencana penambahan cadangan listrik tersebut. Dia sependapat bahwa solusi terbaik untuk memangkas defisit listrik Sumut adalah dengan menambah cadangan.

"Cadangan ini yang kita enggak punya. Maka itu kita menyambut gembira adanya tambahan listrik yang bisa menjadi cadangan," ujarnya.

Selama ini, lanjut dia, pelaku industri di Sumut selalu dipusingkan dengan sering terjadinya pemadaman. Dan tidak sedikit dari mereka mengalami kerugian hingga miliaran rupiah jika terjadi pemadaman dua sampai tiga hari.

Kendati demikian, dia meminta kepada PLN untuk menggenjot pengoperasian pembangkit yang menggunakan energi terbarukan agar lebih murah dan ramah lingkungan. "Tidak zamannya lagi memakai energi fosil. Kalau masih banyak pakai energi fosil, rusak negara kita ini."

Contohnya kapal pembangkit. Dia yakin kapal ini memakan banyak biaya operasional karena selain didatangkan dari luar negeri, fasilitas tersebut juga menggunakan bahan bakar fosil. Terlebih, kapal seluas tiga kali lapangan sepak bola itu memiliki kapasitas yang besar.

Selain itu, dia juga menyoal harga jual-beli listrik dari PLN terhadap perusahaan yang memiliki generator sendiri. Di mana dalam aturan, perusahaan yang memiliki generator tidak boleh menggunakan atau menjual langsung listriknya, tetapi harus kepada PLN terlebih dahulu. "Sampai sekarang, pembeli itu hanya PLN. Yang susah, perjanjian jual beli dengan PLN."


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
listrik

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top