Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tidak Tabu, Ini Harus Diajarkan dalam Pendidikan Seks Dini

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto kembali mengingatkan pentingnya pendidikan seks sejak dini bagi anak.
Pendidikan seksual untuk anak/Ilustrasi
Pendidikan seksual untuk anak/Ilustrasi

Kabar24.com, JAKARTA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto kembali mengingatkan pentingnya pendidikan seks sejak dini bagi anak.

Menurutnya, secara psikologis anak-anak sudah mulai penasaran dengan perbedaan yang ada pada tubuhnya. Dalam hal ini, orang tua perlu bersikap jujur dalam menanggapi setiap rasa penasaran anak terkait tubuhnya.

"Nah, ini juga sering dilupakan, psikologi anak. Pada usia 2,5 tahun itu sudah mulai bertanya:Kenapa beda dengan adek punya? Jadi, mereka tidak diberikan pendidikan seks. Identitasnya seks nya harus diberitahukan," sebut kak Seto di Mapolda Metro Jaya dalam konferensi pers terkait tindak kejahatan pedofilia, Selasa (14/3/2017).

Kak Seto menambahkan bahwa pengenalan akan organ tubuh, khususnya yang berhubungan dengan seks harus dijelaskan sebaik mungkin sama seperti menjelaskan organ lain yang ada ada tubuh. Sebab, menurutnya, hal iini penting dan tidak harus dianggap tabu demi memberi pengetauan yang benar dan jelas kepada anak.

"[Harus dijelaskan] laki-laki seperti apa, seperti ayah, paman, kakek dan lain-lain. Perempuan seperti apa. Lalu, beri nama. sering orang kasih nama 'burung'[untuk alat kelamin anak laki-laki]. [Ketika ada yag menyebut kaliman] wah, Burung pak RT terbang, nah, ketawa semua. Jadi, beri nama yang netral, biasanya kasih nama Penis, Jelas, Ini kepala, hidung, mulut, dada, perut terus langsung kaki. Loh ini [alat kelamin] apa? Kok lewat?" jelasnya.

3 Hal

Menurutnya, ada tiga hal lain yang juga perlu disampaikan oleh orang tua terhadap anak dalam pendidikan seks dini yakni terkait kebersihan, kesehatan, dan keamanan anggota tubuh tersebut.

Yang dimaksud dengan kebersihan dan kesehatan seperti mengajarkan anak untuk membersihkan alat kelamin setelah buang air dan tidak secara sembarangngan menyentuh daerah tersebut dengan tangan kotor.

Adapun yang dimaksud dengankeamanan adalah mengajarkan anak untuk berani mengatakan tidak kepada orang lain yang berniat menyebtuh daerah tersebut baik itu orang terdekat sekalipun guna menghindari hal seperti tindakan pelecehan seksual atau tindak pedofilia.

"Ketiga, keamanannya. Ini [alat kelamin] rahasia milikmu ngga boleh siapapun juga melihat meraba memegang memaksa melihat. Sudah itu rahasia kamu. Kamu berani berteriak, berani katakan tidak' sekalipun itu ayahnya kakeknya gurunya," katanya.

Selain berani untuk mengatakan tidak, anak juga diajari untuk selalu berterus terang atau mengadu kepda orang tuanya jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan seperti orangyang memaksa menyentuh daerah vitalnya.





Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper