POLUSI UDARA: Beijing Siaga Kuning

Pemerintah Beijing memperingatkan anak-anak dan orang tua untuk tetap berlindung dalam ruangan tertutup (indoor) menyusul data yang menunjukkan buruknya kualitas udara di ibukota China tersebut.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Februari 2017  |  13:55 WIB
POLUSI UDARA: Beijing Siaga Kuning
Polusi udara di China - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA – Pemerintah Beijing memperingatkan anak-anak dan orang tua untuk tetap berlindung dalam ruangan tertutup (indoor) menyusul data yang menunjukkan buruknya kualitas udara di ibukota China tersebut.

Berdasarkan monitor polusi kedutaan AS, seperti dilansir Bloomberg (Selasa, 14/2/2017), konsentrasi PM2,5 – partikel terkecil yang berpotensi menimbulkan risiko terbesar terhadap kesehatan manusia – mencapai 161 mikrogram per meter kubik di Beijing pada pukul 10 pagi waktu setempat.

Angka tersebut enam kali lebih besar dari batas paparan maksimal sepanjang hari yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) sebesar 25.

Dalam akun media sosial Weibo, biro lingkungan hidup menjelaskan bahwa peringatan tersebut muncul setelah Beijing mengeluarkan siaga kuning (yellow alert) terhadap polusi udara berat untuk 14 Februari hingga 16 Februari.

Yellow alert adalah level tertinggi ketiga pada skala peringatan Beijing. Kualitas udara pun diprediksi akan membaik sekitar siang hari pada 16 Februari.

Kembali munculnya kabut asap yang tebal di Beijing telah menyoroti perlunya langkah lebih keras untuk membantu membersihkan udara.

Meskipun konsentrasi rata-rata tahunan PM2,5 di Beijing drop sekitar 10% pada 2016 dibandingkan dengan setahun sebelumnya, tingkat kualitas udara menurun dari standar pemerintah.

Sejumlah langkah pun dikabarkan akan digulirkan oleh pemerintah China untuk mengatasi permasalahan ini. Menurut laporan kantor berita Beijing, kota tersebut berencana menciptakan “polisi lingkungan hidup” pada kuartal pertama untuk membantu menindak oknum ilegal yang menyebabkan polusi.

Beijing juga berencana akan mengurangi penggunaan batu bara sebesar 30% menjadi 7 juta metrik ton tahun ini dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Pemerintah China sebelumnya dilaporkan telah mengajukan proposal atas sejumlah langkah untuk menangani masalah dalam kualitas udara pada kota-kota dengan tingkat polusi paling tinggi di negara tersebut, termasuk Beijing.

China mempertimbangkan untuk mengharuskan produsen baja dan aluminium memangkas lebih banyak produksi serta melarang aktivitas batu bara di salah satu pelabuhan utamanya.

China juga akan menutup sejumlah pabrik pupuk dan obat seiring upaya pemerintah meningkatkan perlawanannya terhadap kabut asap.    

Jika terlaksana, langkah yang diajukan oleh Kementerian perlindungan lingkungan hidup (MEP) tersebut akan menjadi bagian dari upaya paling radikal sejauh ini untuk mengatasi permasalahan kualitas udara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
beijing, polusi udara

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top