Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PESAWAT JATUH: Pencarian MH370 di Laut Dalam Diakhiri

Pencarian di laut dalam terhadap pesawat milik Malaysia Airlines, dengan penerbangan MH370, pada Selasa diakhiri tanpa menemukan jejak pesawat hilang pada 2014 dengan 239 orang penumpang itu, kata tiga negara terlibat dalam pencarian tersebut.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 17 Januari 2017  |  17:49 WIB
Kendaraan Otomatis Bluefin-21 dijulurkan ke sisi Kapal Pertahanan Australia Perisai Samudra di selatan Samudera Hindia dalam pencarian Malaysia Airlines MH370 yang dihilang, seperti dirilis Angkatan Pertahanan Australia, 17 April 2014.  - Reuters
Kendaraan Otomatis Bluefin-21 dijulurkan ke sisi Kapal Pertahanan Australia Perisai Samudra di selatan Samudera Hindia dalam pencarian Malaysia Airlines MH370 yang dihilang, seperti dirilis Angkatan Pertahanan Australia, 17 April 2014. - Reuters

Bisnis.com, SYDNEY -  Pencarian di laut dalam terhadap pesawat milik Malaysia Airlines, dengan penerbangan MH370, pada Selasa(17/1/2017)  diakhiri tanpa menemukan jejak pesawat hilang pada 2014 dengan 239 orang penumpang itu, kata tiga negara terlibat dalam pencarian tersebut.

Perkiraan keberadaan penerbangan MH370 itu tetap menjadi misteri terbesar bagi dunia penerbangan sejak pesawat tersebut hilang dalam perjalanan dari Kualalumpur, Malaysia, menuju Beijing, China.

"Meskipun sudah menggunakan segala cara dan memakai ilmu, yang tersedia, pencarian itu belum bisa menetapkan tempat pesawat tersebut," kata wakil dari pemerintah Australia, Malaysia dan China dalam pernyataan bersama.

Kapal pencari terakhir, yang meninggalkan tempat pencarian pada Selasa, menurut tiga negara itu, telah memeriksa wilayah seluas 120.000 meter persegi di dasar Samudra Hindia, yang menjadi sasaran pencarian selama tiga tahun.

Malaysia, China dan Australia pada Juli lalu bersepakat untuk menangguhkan pencarian bila pesawat belum ditemukan atau tidak ada bukti-bukti baru yang ditemukan setelah wilayah itu diperiksa.

Australia bulan lalu menampik suatu rekomendasi penyelidikan untuk menggeser pencarian lebih ke utara, dengan mengatakan bahwa tidak ada bukti-bukti yang muncul untuk mendukung alasan penggeseran tersebut.

Suatu kelompok pendukung yang menyebut diri Voice 370, dalam pernyataannya meminta agar para penyelidik tidak meninggalkan masalah tersebut tanpa penyelesaian.

"Dalam pandangan kami, perluasan pencarian ke wilayah baru yang ditetapkan oleh para ahli adalah merupakan tugas yang tidak dapat dihindari demi masyarakat yang berkepentingan dalam keselamatan penerbangan," kata kelompok itu.

Kebanyakan penumpang pesawat itu adalah orang-orang China.

Jejak yang bisa dilacak satu-satunya dari pesawat itu adalah tiga keping bagian pesawat yang terdampar ke sebuah pulau di Mauritius, pulau Reunion milik Prancis dan sebuah pulau di pesisir Tanzania.

Sekitar 30 potongan benda lain, yang ditemukan di pantai Mozambik, Tanzania dan Afrika Selatan, diduga juga berasal dari pesawat itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines

Sumber : ANTARA/REUTERS

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top