Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Progress Pembangunan Wilayah Pinggiran, Terluar dan Pedesaan Pemerintahan Jokowi

Presiden Jokowi Widodo memaparkan sejumlah proses pembangunan wilayah pinggiran, terluar, dan di pedesaan yang menjadi fokus pengembangan dalam dua tahun terakhir.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 10 Januari 2017  |  14:05 WIB
Ini Progress Pembangunan Wilayah Pinggiran, Terluar dan Pedesaan Pemerintahan Jokowi
Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) seusai memimpin Apel Danrem Dandim Terpusat 2016 di Secapa TNI AD, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/11). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Jokowi Widodo memaparkan sejumlah proses pembangunan wilayah pinggiran, terluar, dan di pedesaan yang menjadi fokus pengembangan dalam dua tahun terakhir.

Dia mencontohkan pembangunan Pos Lintas Perbatasan Negara (PLBN) di Entikong, Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan di Motaain, Nusa Tenggara Timur yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

Dua tahun lalu dalam tinjauannya, Kepala Negara berujar gedung imigrasi dan bea cukai di Entikong menyerupai kandang. Di Motaain, Kepala Negara menyatakan gedung perbatasan saat itu tidak lebih baik dari kantor kelurahan.

Setelahnya, Jokowi langsung menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk merobohkan gedung tersebut dan diberi waktu dua tahun untuk membangun pos perbatasan yang mencerminkan martabat dan kebanggaan rakyat Indonesia.

"Sekarang, kalau mau membandingkan yang disana (PLBN Malaysia) saya jamin lima kali lebih baik milik kita. Untuk di NTT, sama daerah sebelah (Timor Leste) ini tiga kali lebih baik," katanya, dalam pembukaan Peringatan HUT ke-44 PDI-P, Selasa (10/1/2017).

Selain itu, Jokowi mengatakan pulau terluar Indonesia, yakni Miangas kini telah memiliki Bandara. Adapun, pemerintah juga tengah memperpanjang runway bandara di Pulau Natuna.

"Di Natuna juga dalam proses pengembangan industri perikanan sehingga pulau terdepan kita ini akan ramai dengan aktivitas ekonomi," ujarnya.

Untuk pedesaan, pemerintah pusat terus menambah anggaran dana Desa, dari Rp20,5 triliun pada 2015, Rp47 triliun pada 2016 dan Rp60 triliun pada 2017.

Saat ini, alokasi dana desa dipergunakan untuk membangun infrastruktur desa seperti irigasi dan jembatan.

"Setiap saya kedaerah saya selalu mengecek apakah dana desa itu digunakan pada sasaran yang tepat.Dan penggunaan ini sangat bagus dilapangan kami harapkan akan makin keliatan pada 2017," jelasnya.

Kepala Negara mengatakan pembangunan di wilayah pinggiran, terluar dan di pedesaan tersebut merupakan wujud dari pembangunan ekonomi pancasila yang bertujuan mengurangi ketimpangan, kemiskinan dan pengangguran.

"Intinya Ekonomi yang berkeadilan dan ada pemerataannya. Percuma kalau pertumbuhan ekonomi tinggi tapi hanya segelintir orang yang menikmati," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pembangunan
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top