Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air Bengawan Solo Mulai Naik, UPT Siaga

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mewaspadai kenaikan air Bengawan Solo yang dipengaruhi hujan dari daerah hulu juga akibat hujan lokal, Jumat (25/11/2016).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 November 2016  |  10:19 WIB
Bengawan Solo
Bengawan Solo

Kabar24.com, BOJONEGORO - Tinggi permukaan air di Sungai Bengawan Solo mengalami kenaikan.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, mulai mewaspadai kenaikan air Bengawan Solo yang dipengaruhi hujan dari daerah hulu juga akibat hujan lokal, Jumat (25/11/2016).

"Hujan dari daerah hulu Ponorogo juga hujan lokal Bojonegoro dan sekitarnya mengakibatkan kenaikan air Bengawan Solo dengan cepat," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Jayadi, Jumat.

Ia menyebutkan ketinggian air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, terus merangkak naik menjadi 7,75 meter (siaga kuning), Jumat pukul 07.00 WIB, yang sebelumnya empat jam lalu 6,90 meter (siaga hijau).

"Kenaikan air Bengawan Solo di Ndungus, Ngawi, dipengaruhi hujan di daerah Ponorogo dan sekitarnya," kata dia. Hal itu  dibenarkan Petugas UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Ngawi, Andik.

Begitu pula, menurut dia, ketinggian air pada papan duga di Karangnongko, Kecamatan Ngraho juga di Bojonegoro, meningkat dengan cepat, meskipun masih di bawah siaga banjir.

"Kenaikan air Bengawan Solo di Bojonegoro cukup cepat, sekarang sudah hampir siaga dengan ketinggian 11,87 meter pukul 09.00 WIB," jelas dia.

Hal serupa juga terjadi di daerah hilir Jawa Timur, lainnya, mulai Babat, Laren, Karanggeneng dan Kuro, Lamongan, dalam waktu bersamaan sebagian di antaranya, sudah masuk siaga banjir.

Sesuai data ketinggian air bengawan Solo di Babat, masih di bawah siaga banjir, tetapi di Laren sudah mencapai 4,74 meter (siaga hijau), Karangeneneg 3,53 meter (siaga hijau), dan Kuro 1,69 meter (siaga hijau).

"Kenaikan air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, disebabkan pengaruh hujan lokal," ucapnya menegaskan.

Ia mengaku tidak memperoleh informasi Bengawan Solo di daerah hulu, Jawa Tengah, menimbulkan banjir.

"Tidak ada laporan dari daerah hulu Jawa Tengah, Bengawan Solo menimbulkan banjir," tandasnya.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Hirnowo, sebelumnya menjelaskan berbagai persiapan menghadapi ancaman banjir Bengawan Solo dilakukan dengan menyediakan berbagai kebutuhan.

Selain itu, lanjut dia, persiapan lainnya dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi dalam menghadapi banjir Bengawan Solo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah hilir juga pihak lainnya.

"Kami siap menghadapi banjir luapan Bengawan Solo. Bagi desa yang membutuhkan bahan penahan banjir seperti karung, bronjong, karena ada tanggul jebol bisa mengajukan permintaan bantuan," ucapnya menambahkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sungai bengawan solo

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top