Donald Trump Segera Usir 3 Juta Imigran Tak Berdokumen

Mimpi buruk para imigran di Amerika Serikat segera menjadi realita setelah presiden terpilih Amerika, Donald Trump, menyampaikan rencananya untuk segera mengusir (deportasi) sekitar 3 juta imigran tak berdokumen. Selain mengusir, Trump akan memenjarakan mereka.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 14 November 2016  |  13:14 WIB
Donald Trump Segera Usir 3 Juta Imigran Tak Berdokumen
Donald Trump - Reuters

Kabar24.com, JAKARTA - Mimpi buruk para imigran di Amerika Serikat segera menjadi realita setelah presiden terpilih Amerika, Donald Trump, menyampaikan rencananya untuk segera mengusir (deportasi) sekitar 3 juta imigran tak berdokumen. Selain mengusir, Trump akan memenjarakan mereka.

Trump menyampaikan rencananya itu saat diwawancarai CBS dalam program 60 Minutes yang membahas tentang program-program Trump dan sejumlah kebijakannya yang segera diwujudkan.

"Apa yang kami lakukan saat ini adalah membawa orang-orang kriminal dan yang memiliki catatan kriminal, anggota gangster, pedagang narkoba, yang jumlahnya mungkin dua juta orang, dan bahkan bisa mencapai tiga juta orang, kita akan mengusir mereka keluar dari negara kita atau akan memenjarakanya," kata Trump dalam wawancara pertama kalinya dengan stasiun televisi seusai terpilih jadi Presiden Amerika, seperti dilansir Channel News Asia, 14 November 2016.

Menurut sejumlah ahli, ada sekitar 11 juta orang asing yang hidup secara ilegal di Amerika. Kebanyakan mereka berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Selain bahas pengusiran para imigran tak berdokumen, Trump menjelaskan tentang rencananya untuk melanjutkan pembangunan tembok pembatas dengan wilayah Meksiko.

Bernie Sanders dari Partai Demokrat mengatakan, partainya akan mengawasi jalannya pemerintahan Trump agar tidak bersikap diskriminatif atau menjadikan para imigran sebagai kambing hitam atau mengambinghitamkan warga Afrika-Amerika atau muslim.

"Kami akan menentangnya," kata Sanders, salah satu nominator calon Presiden Amerika dari kubu Demokrat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pilpres amerika, Donald Trump

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top