Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

BKKBN: Kualitas Generasi Muda Harus Ditingkatkan

Badan Kesejahteraan Keluarga Nasional atau BKKBN mengatakan berbega elemen bangsa untuk menyeriusi pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda karena bakal generasi tersebut bakal menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa mendatang.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 09 November 2016  |  06:44 WIB
BKKBN: Kualitas Generasi Muda Harus Ditingkatkan
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA- Badan Kesejahteraan Keluarga Nasional atau BKKBN mengatakan berbega elemen bangsa untuk menyeriusi pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda karena bakal generasi tersebut bakal menjadi tulang punggung pembangunan bangsa di masa mendatang.

Kepala BKKBN Surya Chandra Surapati mengatakan saat ini persentase penduduk remaja yang berusia 10-24 tahun mencapai 25,63 % dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Dengan kata lain, dari empat orang pendudukan, terdapat satu orang remaja.

“Untuk itu, jumlah remaja yang besar ini menjadi modal dalam pembangunan dan menjadikan kondisi demografi ini sebagai bonus demografi,” ujarnya, Selasa (8/11/2016).

Bonus demografi merupakan suatu kondisi dimana jumlah penduduk usia kerja (15-64 tahun) mencapai 70%, sedangkan 30% penduduk lainnya dikategorikan tidak produktif atau yang berusia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk usia kerja ini sangat menguntungkan di bidang ekonomi, karena beban ketergantungan akan mencapai titik terendah, artinya setiap penduduk produktif hanya akan menanggung sedikit penduduk yang tidak produktif. Secara ekonomi suatu negara atau wilayah yang mengalami bonus demografi, akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonominya dengan baik, dengan catatan apabila bonus tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Pemanfaatan bonus demografi, menurutnya, harus dilakukan dengan meningkatkan kualitas penduduk agar mampu berperan dalam pasar kerja, membuka peluang pekerjaan seluas-luasnya sehingga sebagian besar angkatan kerja tersebut dapat terserap dalam pasar kerja.

“Apabila tidak dapat memanfaatkan momentum bonus demografi, maka akan terjadi apa yang disebut dengan petaka demografi. Untuk itu peningkatan kualitas penduduk melalui peningkatan kualitas pendidikan adalah hal yang sangat penting dilakukan,” ungkapnya.

Dari sis kualitas, menurutnya, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia dinilai masih rendah yaitu di angka 68,90 dengan cakupan tingkat pendidikan angkatan kerja masih sangat rendah, yaitu 10,5% diploma dan universitas, 37,5% SMP dan SMA dan 52% SD dan dibawahnya.

Angka ini masih lebih rendah dibandingkan negara-negara Asean lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Rata-rata lama sekolah yaitu 7,73 tahun dan harapan lama sekolah hanya 12,39 tahun.
“Berbagai temuan bukti empiris telah menunjukkan bahwa kemajuan bangsa di masa depan sebagian besar ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, bukan oleh melimpahnya sumber daya alamnya sehingga pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang harus diprioritaskan dalam perencanaan pembangunan,” ujar Surya
Surya menambahkan bahwa generasi muda diharapkan dapat membangun karakter dan kompetensi sebagai wujud revolusi mental dari diri sendiri dan dari saat ini, untuk itu pemuda dan remaja harus mengaplikasikan tiga nilai revolusi mental sebagai dasar pembentukan karakter sejak dini. Ketiga nilai tersebut adalah integritas, etos kerja, dan gotong royong. 


“Rakyat Indonesia, khususnya generasi muda agar melakukan revolusi mental dengan cara  berlomba-lomba menunjukkan prestasi di bidang masing-masing,” ujar Surya.

Untuk itu BKKBN dengan gencar menggalakkan program Generasi Berencana (GenRe) dengan harapn menjadikan kualitas remaja Indonesia mampu menjadi remaja yang mampu menggantikan generasi berikutnya, sehingga Indonesia kelak semakin maju serta diperhitungkan di mata dunia. Melalui Generasi Berencana (GenRe), menuju generasi emas Indonesia,” tegas Surya.

Generasi yang memiliki perencanaan baik tentunya akan dapat dicapai dengan mendapatkan dukungan dari semua pihak, dimulai dari keluarga, lingkungan masyarakat serta dukungan dari pemerintah dan institusi pendidikan. Segala persoalan yang dihadapi oleh remaja akan mudah dihadapi bersama-sama semua pihak, tidak hanya oleh remaja sendiri.

Hasil yang diharapkan dari Generasi Emas yaitu generasi yang memiliki pola hidup sehat sehari-harinya, generasi yang menempuh jenjang pendidikan setinggi mungkin, generasi yang memiliki pekerjaan yang kompetitif, generasi yang menikah terencana dan generasi yang aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Generasi Emas Indonesia yang diidamkan akan tercapai dengan lebih cepat dengan terciptanya Generasi Berencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bkkbn
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top