Harga Gas Murah, Pedagang Arang Kayu di Kenya Teriak

Sangat murahnya harga gas untuk masak telah mengganggu usaha pedagang arang kayu di Kenya, dan bahkan mengancam menyingkirkan mereka dari pasar.Sangat murahnya harga gas untuk masak telah mengganggu usaha pedagang arang kayu di Kenya, dan bahkan mengancam menyingkirkan mereka dari pasar.
Martin Sihombing | 02 November 2016 11:18 WIB
Warga di Kenya saat demonstrasi. - Reuters

Bisnis.com, NAIROBI -  Sangat murahnya harga gas untuk masak telah mengganggu usaha pedagang arang kayu di Kenya, dan bahkan mengancam menyingkirkan mereka dari pasar.

Pedagang arang kayu mulanya menikmati "booming" akibat tingginya Harga Bahan Bakar Cair (gas untuk masak), tapi sekarang angin berubah buat para pedagang arang kayu sebab konsumen berpegang pada energi bersih, berkarga harga yang rendah.

Gas untuk masak saat ini dijual dengan harga rata-rata US$15  oleh pedagang independen di Ibu Kota Kenya, Nairobi, dan sebagian menurunkan harga sampai US$13.

Sekitar setahun lalu, komoditas itu dijual dengan harga paling murah US$20, dan orang yang berpenghasilan rendah tak bisa menjangkaunya.

Konsumsi sekarang membengkak sampai 250% dibandingkan dengan setahun lalu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu pagi. Kondisi tersebut didorong oleh harga minyak global yang rendah dan penghapusan 16%  pajak pertambahan nilai atas komoditas itu.

Warga di negara Afrika Timur tersebut mengkonsumsi lebih dari 17.000 Ton Meter (MT) gas untuk masak per bulan, naik dari 5.000 MT tahun lalu, kata Kementerian Energi.

Banyak orang yang telah memanfaatkan bahan bakar itu adalah konsumen yang berpenghasilan rendah, yang mulai bergantung atas minyak tanah dan arang kayu untuk memasak.

Kedua bahan bakar tersebut disukai sebab dapat dibeli dalam jumlah sedikit, mulai dari 0,05 dolar untuk minyak tanah, yang harganya juga telah anjlok, dan arang kayu dengan harga 0,020 dolar.

"Saya berharap saya bisa memutar-ulang jam dan mendorong harga gas masak lebih tinggi sebab jika keadaan terus seperti ini, kami akan tersingkir dari bisnis ini," kata Simon Oyora, pedagang arang kayu di Kayole di ujung timur Nairobi pada Senin (31/10).

Oyora menjual arang kayu dengan ukuran kantung plastik kecil 0,40 dolar AS untuk memperoleh banyak untung. "Mulanya, saya berharap bisa menjual setidaknya 20 kantung per hari tapi sekarang dengan rendahnya harga gas masak, saya beruntung kalau bisa menjual lima kantung." Ia masih beruntung sebab ia juga menjual barang keperluan rumah tangga, dan bukan hanya menjual arang kayu.

"Saya membeli tiga kantung arang kayu sekitar satu bulan lalu dan setakat ini saya bahkan belum menjual separuhnya. Itu lah betapa buruknya usaha ini," kata Oyora, yang melukiskan kepedihan puluhan pedagang lain.

Satu karung 90 kilogram arang kayu dijual dengan harga US$15, yaitu sama dengan harga gas untuk masak dengan ukuran tabung 13 kilogram. Sebaliknya, satu tabung gas untuk masak dengan ukuran enam kilogram dijual dengan harga antara tujuh dan US$8,5  di seluruh Ibu Kota Kenya, Nairobi.

Satu karung arang kayu seberat 90 kilogram dapat digunakan oleh satu keluarga dengan empat anggota selama kurang lebih satu bulan, jika mereka cuma menggunakan arang kayu untuk memasak. Tapi mereka bisa menggunakan gas masak dengan ukuran tabung 13 kilogram selama satu-setengah bulan, kondisi yang tentu saja lebih hemat.

Sumber : ANTARA/XINHUA-OANA

Tag : harga gas, kenya
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top