Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CREATIVE CITIES NETWORK: Menguji Eksistensi Bandung Sebagai Kota Kreatif

Bandung punya banyak julukan. Mulai dari Kota Lautan Api sampai Kota Kembang. Sejak 2015, Ibukota Jawa Barat ini menyandang gelar baru, creative cities network.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 29 Oktober 2016  |  16:05 WIB
Gedung Sate Bandung - Antara
Gedung Sate Bandung - Antara

Bandung punya banyak julukan. Mulai dari Kota Lautan Api sampai Kota Kembang. Sejak 2015, Ibukota Jawa Barat ini menyandang gelar baru, creative cities network.

The Unesco Creative Cities Network (UCCN) adalah kumpulan kota-kota di seluruh dunia yang dianggap memiliki nilai tambah di bidang kreativitas. Bandung dianggap tempat yang subur untuk mengembangkan industri kreatif, terutama di bidang design. “Faktanya, 56% aktivitas ekonomi Bandung berkorelasi dengan design, dengan fesyen; desain grafis, dan media digital menjadi tiga subsektor utama di bidang ekonomi kreatif,” tulis Unesco dalam situs resminya

Kini, eksistensi Bandung sebagai kota kreatif akan diuji melalui Gerakan 1.000 startup. Bandung, Malang, dan Semarang akan bersiap untuk menjalani tahap awal gerakan ini, ignition. Chief Executive Kibar Kreasi Yansen Kamto menuturkan tahap ignition sebelumnya sudah digelar di Jakarta, Surabaya, dan Yogyakarta.

Yansen yang juga menjadi penggagas gerakan 1.000 startup ini menjelaskan ignition merupakan tahap pembekalan yang harus dijalani oleh mereka yang ingin mendirikan startup. Tahap ini sangat penting karena akan menjadi landasan bagi para calon founder startup. “Tahap ignition ini akan di gelar di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) pada 5 November 2016,” ujarnya.

Menurut Yansen, Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi pusat industri kreatif di Indonesia. Dengan total populasi mencapai 2,5 juta jiwa, Bandung hidup dari kreativitas warganya. Banyak industri kreatif bermunculan di kota ini. Tidak heran jika Bandung tergabung dalam jaringan UCCN.

Mengapa Bandung bisa menjadi pusat industri kreatif? Yansen menuturkan beberapa faktor pendukung sudah terlihat di depan mata. Mulai dari komunitas startup yang selalu bekembang dari tahun ke tahun, populasi penduduk muda dan melek teknologi yang terus meningkat, hingga dukungan dari pemerintah daerah.

Beberapa komunitas yang cukup eksis misalnya GamedevBDG yang bergerak di bidang pengembang game dan Forum Web Anak Bandung (FOWAB). Keberadaan komunitas ini sangat krusial karena akan menjadi suber inspirasi dalam berinovasi. Berada dalam jaringan UCCN juga memaksa warga Bandung untuk bisa bersaing dengan komunitas global.

Faktor lainnya adalah keberadaan perguruan tinggi di Bandung yang menghasilkan banyak SDM berkualitas seperti ITB, STT Telkom, Universitas Padjajaran, hingga Unikom. “Akses ke talent ini pula lah yang menjadikan Bandung sebagai tempat lahirnya berbagai startup yang tidak hanya memanfaatkan teknologi, tapi juga menggabungkan kreativitas dan inovasi,” ujarnya 

Sementara itu, Yohan Totting, inisiator Forum Web Anak Bandung (FOWAB), mengatakan pihaknya mendorong anak muda dengan berbagai latar belakang untuk bergabung di gerakan 1.000 startup. Menurutnya, keahlian apapun akan sangat diperlukan di era digital. Mulai dari perograman apikasi, desain, komunikasi, bisnis, ekonomi, teknik, hingga kewirausahaan

“Siapapun yang ingin berkontribusi untuk menjadi agen perubahan dan menjadikan Indonesia sebagai the digital energy of asia, mari bergabung dan gerak sekarang,” ujarnya.

1.000 startup

Sejauh ini gerakan 1.000 startup sudah menjaring 14.000 ribu calon startup founder yang mendaftar online di reg.1000startupdigital.id. Proses pendaftaran untuk ignition Bandung sendiri masih akan terus berlanjut sampai dengan 31 Oktober 2016. 

Sebagai salah satu syarat pendaftaran, semua peserta harus membuat sebuah video berdurasi maksimal 2 menit, yang menggambarkan masalah besar yang ingin diselesaikan, beserta ide dan solusi yang akan dibuat dengan memanfaatkan teknologi digital. Video tersebut kemudian di­unggah ke YouTube dengan menyertakan hashtag #1000startupdigital.

“Program ini bukan kompetisi untuk mendapatkan hadiah atau penghargaan tertentu, tetapi gerakan yang bertujuan menciptakan ekosistem startup digital berkelanjutan,” ujar Yansen.

Setelah melewati tahap ignition, para calon startup ini harus melewati beberapa tahap lainnya yaitu workshop, hackhaton, bootcamp, dan inkubasi. Bandung, kota kreatif jaringan dunia itu, tengah bersiap menjadi tuan rumah para startup yang siap bergeliat.

 
 
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandung
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top