Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Indonesia 27 Oktober 2016, Seksi Utama:Permintaan Setrum Kian Tinggi

Bisnis Indonesia 27 Oktober 2016, Seksi Utama:Permintaan Setrum Kian Tinggi
Ahmad Yusuf
Ahmad Yusuf - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  05:18 WIB
Ilustrasi-Bisnis Indonesia Seksi Utama - epaper.bisnis.com
Ilustrasi-Bisnis Indonesia Seksi Utama - epaper.bisnis.com
BISNIS.COM, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Kamis, 27 Oktober 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
 
Seksi Utama
Hal 1. PERINGKAT KEMUDAHAN BERBISNIS MELEJIT: Reformasi Belum Selesai
Reformasi untuk memperbaiki iklim usaha sudah cukup banyak, tercermin dengan perbaikan peringkat dalam Doing Business 2017. Namun, upaya itu masih belum cukup mengerek daya saing Indonesia.
EKONOMI MENGGELIAT: Permintaan Setrum Kian Tinggi
Sinyal pemulihan ekonomi domestik kian menguat seiring dengan permintaan setrum yang makin besar. PLN pun kian bersemangat mengkaji formula untuk memberi insentif bagi pelanggan industri demi mengerek konsumsi.
Hal 2. Inklusi Keuangan dan Langkah Ke Depan
Layanan keuangan kebanyakan tidak dirancang untuk pemin jam dan penabung kecil, karena itu sejumlah model yang tidak biasa mulai berkembang dengan pesat di pasar yang belum tergarap. Akan tetapi, tanpa roadmap kebijakan strategi yang memandu perkembangan teknologi keuangan (financial-technology) atau biasa dikenal dengan fintech, layanan dari model-model ‘connector’ terbaru ini akan terus terbatas.

ANSHUL KRISHAN, Senior fellow di Harvard’s Kennedy School of Government, adalah mantan chief of staff di International Finance Corporation
Hal 3. INDUSTRI PENERBANGAN: Jumlah Penumpang Pesawat ‘Terbang’
Trafik penumpang angkutan udara yang dilayani PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II sepanjang Januari-September 2016 mencapai 132,72 juta penumpang, tumbuh 14,21% dari periode yang sama tahun lalu.
Hal 4. APBN 2017: Proyek Tertunda Dilanjutkan
Pemerintah berpeluang melanjutkan penyelesaian kegiatan yang belum terselesaikan dalam pagu anggaran 2016 pada tahun depan. Kebijakan pemangkasan anggaran pada tahun ini menyebabkan tertundanya beberapa kegiatan di tingkat pusat.
Hal 5. BASIS DATA PAJAK: Surat Pernyataan Boleh Dicabut
Anda terlanjur memasukkan surat pernyataan harta dan ingin mencabutnya? Tenang, keinginan Anda untuk membatalkan keikutsertaan dalam kebijakan pengampunan pajak bisa direalisasikan.
Hal 6. IKLAN
Hal 7. JALAN TOL: BPJT Nantikan Instrumen SMI
Badan Pengatur Jalan Tol menanti PT Sarana Multi Infrastruktur dalam mengeluarkan instrumen yang dapat digunakan untuk mendanai proyek pembangunan jalan tol di luar anggaran pendapatan belanja negara.
Hal 8. PROSPEK EKONOMI 2017: Sektor Riil Jadi Tumpuan
Perekonomian nasional tahun depan diharapkan bisa ditopang oleh sektor riil yang bergerak sebagai dampak derasnya aliran dana yang masuk di sektor keuangan tahun ini.
Hal 9. PROSEDUR PERIZINAN DIRINGKAS: UMKM di Daerah Antusias
Pemprov Riau terus mendorong usaha mikro kecil dan menengah di daerahnya untuk mengurus perizinan, karena saat ini tahapan prosedural yang harus ditempuh pemilik usaha kian ringkas.
Hal 10. Izin Keluar, Pengawasan Komitmen Dinanti
Kehadiran stasiun televisi swasta telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Tanah Air. Televisi swasta telah menjadi media komunikasi berita, hiburan, dan banyak konten lainnya.
Hal 11. IKLAN
Hal 12. PLT. GUBERNUR DKI JAKARTA: Tugas Awal Urus APBD
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menunjuk Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono, sebagai pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta. Sejumlah tugas, terutama mengawal APBD 2017 menjadi tanggung jawab yang bakal diemban.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

headlines bisnis indonesia
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top