Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

World Bank Siap Dukung Angkutan Massal Cepat di Surabaya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan World Bank (Bank Dunia) siap mendukung Angkutan Massal Cepat (AMC) Surabaya dengan memberikan sejumlah pinjaman dan juga hibah.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 23 Oktober 2016  |  00:36 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (tengah), saat berbincang dengan sejumlah perempuan wali kota peserta PreCon III UN-Habitat ketika digelar pertemuan wali kota se Asia-Pasifik di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/7/2016). - Antara
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (tengah), saat berbincang dengan sejumlah perempuan wali kota peserta PreCon III UN-Habitat ketika digelar pertemuan wali kota se Asia-Pasifik di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/7/2016). - Antara

Bisnis.com, SURABAYA -  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan World Bank (Bank Dunia) siap mendukung Angkutan Massal Cepat (AMC) Surabaya dengan memberikan sejumlah pinjaman dan juga hibah.

"World Bank bisa memberi hibah, bentuknya sebagian bisa hibah sebagainnya dalam bentuk pinjaman. Tapi saya tidak bisa pinjam langsung ke World Bank-nya, melainkan harus lewat pemerintah pusat," katanya saat audiensi dengan World Bank di kediaman Wali Kota Surabaya, Sabtu (22/10/2016).

Namun, lanjut dia, adanya pendanaan World Bank dalam realisasi AMC akan menyebabkan sistem lelang untuk pengadaan armada pun harus menyesuaikan yaitu sistem yang digunakan lelangnya adalah harus terbuka. Tidak bisa dilakukan dengan sistem penunjukan langsung.

Untuk itu, wali kota perempuan pertama Surabaya ini akan berkomunikasi dulu dengan DPRD dan juga pemerintah pusat. Dalam kesempatan tersebut, Risma pun menceritakan bagaimana kondisi pengerjaan proyek AMC di Surabaya.

Saat ini, pihaknya sedang menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait terbitkan Kepres yang saat ini tak kunjung diberikan, padahal tanpa teken surat itu maka proyek akan susah berjalan.

"Saya kan juga tidak bisa kalau tanpa kepastian. Kalau pun kepres itu terbit akhir tahun ini, paling tidak baru bisa digunakan AMC-nya tahun 2019 atau sekitar dua tahun. Tapi kan nanti bagaimana dengan kondisi kota, tentu tingkat memiliki mobil pribadi juga sudah tinggi, lalu juga Surabaya jauh lebih macet," kata Risma.

Oleh sebab itu, dengan adanya tawaran Wolrd Bank ini, pihaknya ingin bisa bertemu langsung dengan seluruh pihak yang terlibat dengan proyek AMC dan duduk bersama, baik dengan Kemenhub, PT KAI, dan juga dari Wolrd Bank.

Dengan kondisi saat ini, Risma juga menekankan untuk semua jalan dulu sesuai tugasnya hingga saatnya nanti bisa bertemu di satu titik.

"Saya tidak mau kalau sekarang Kemenhub yang sudah lama bantu terus berhenti di tengah jalan. Padahal kan aku sudah mulai dari bertahun tahun yang lalu untuk proyek AMC ini," kata Risma.

Sementara itu, Program Leader World Bank Indonesia Taimur Samad mengatakan pihaknya selalu mendukung realisasi proyek trem. Bahkan keterlibatan World Bank bukan hanya dalam kerja sama pendanaan. Melainkan selama ini pihaknya sudah membantu dalam membuatkan analisa dan feasibility studi untuk AMC Surabaya.

"Kita sudah berkomitmen untuk membantu dalam proyek AMC di Surabaya. Kita bisa menyediakan pendanaan untuk kota ini. Yang kita bicarakan saat ini adalah bagaimana realisasinya nanti. Tapi untuk pendanaan kami siap, sebagaimana yang sudah kami lakukan juga di negara negara lain," kata Taimur.

Menurutnya, wolrd bank juga membantu dalam memberikan saran-saran tentang bagaimana membuat perencanaan pendanaan yang efektif dengan solusi teknologi yang terbagik dan sesuai dengan kebutuhan transportasi di Surabaya.

"Untuk bentuknya apa dan nilainya bagaimana masih belum kita putuskan. Tapi kita tetap berharap kita bisa bantu dalam mendanai AMC Surabaya," katanya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

world bank walikota surabaya tri rismaharini

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top