Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RELAWAN NUSANTARA NU: Ahok Peduli Terhadap Umat Islam

Relawan Nusantara (RelaNU) yang berada di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melihat kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memiliki kepedulian yang besar terhadap umat Islam.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 22 Oktober 2016  |  22:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia Masdar Farid Mas'udi (kedua kanan). - Antara
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kedua kiri) berbincang dengan Wakil Ketua Umum PP Dewan Masjid Indonesia Masdar Farid Mas'udi (kedua kanan). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Relawan Nusantara (RelaNU) yang berada di bawah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melihat kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, memiliki kepedulian yang besar terhadap umat Islam.

"Kepedulian yang besar terhadap umat Islam dan prestasi yang nyata misalnya dengan membangun Masjid Fatahillah di Balai Kota dan Masjid Raya Jakarta di Daan Mogot, Jakarta Barat," kata Koordinator RelaNU Taufiq Damas pada acara peringatan Hari Santri Nasional di Wisma Antara Jakarta, Jumat malam (21/10).

Adapun pembangunan Masjid Agung Jakarta senilai Rp170 miliar itu digagas Ahok karena Jakarta belum memiliki masjid raya provinsi, sedangkan Masjid Istiqlal adalah masjid negara.

Taufiq mengatakan selain membangun sejumlah masjid, Ahok yang turut menghadiri peringatan Hari Santri Nasional dengan menenakan peci dan baju koko serta berkalung sarung tersebut, juga mengumrohkan penjaga masjid (marbot) dan penjaga makam setiap tahunnya.

Ahok juga dinilai telah membuat prestasi yang nyata dengan menutup tempat-tempat maksiat seperti Kalijodo, Diskotik Stadium dan Mille's.

Selain itu, dalam rangka Hari Santri Nasional, Ahok juga memberikan beasiswa kepada 33 santri madrasah dan pondok pesantren di Jakarta.

Taufiq mengatakan RelaNU mengajak warga Jakarta, khususnya Nahdliyin untuk tetap berpegang pada konteks kebangsaan dan ke-Indonesiaan agar Pilgub Jakarta tetap damai dan bermartabat dengan tidak mempolitisasi isu SARA serta kembali pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal dan pada Pancasila.

Jika dihadapkan pada perdebatan syarat-syarat pemilihan pemimpin, warga Jakarta, khususnya Nadliyin diharapkan kembali pada UUD 1945 Pasal 28 D Ayat 3 yang berbunyi, "Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan".

"Maka jangan politisasi isu SARA dalam Pilkada Jakarta karena setia pada konstitusi UUD '45, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika adalah bentuk komitmen NU terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujar Taufiq.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ahok nahdlatul ulama

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top