Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Bahan Baku Penolong Sumut Terus Turun

Nilai impor bahan baku penolong Sumatra Utara pada 2016 masih terus turun atau sebesar US,84 hingga Agustus 2016.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 07 Oktober 2016  |  15:26 WIB
Impor Bahan Baku Penolong Sumut Terus Turun
Nilai impor bahan baku penolong Sumatra Utara pada 2016 masih terus turun atau sebesar US,84 hingga Agustus 2016. - Bisnis

Bisnis.com, MEDAN -  Nilai impor bahan baku penolong Sumatra Utara pada 2016 masih terus turun atau sebesar US,84  hingga Agustus 2016.

"Kalau pada periode sama 2015, nilai impor bahan baku masih bisa sebesar US$1,534 miliar, sementara  2016 tinggal US$1,291 miliar," kata Kabid Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Bismar SP Sitinjak di Medan, Jumat (7/10/2016).

Menurut dia, turunnya nilai impor bahan baku itu dampak krisis global dimana industri di dalam negeri terganggu sehingga mengurangi bahan baku impor.

Ia mengakui, secara keseluruhan, nilai impor Sumut hingga Agustus 2016 mengalami penurunan sebesar 2,46%.

Dari senilai US$2,546 miliar  pada Januari-Agustus 2015 menjadi US$2,484 miliar pada periode yang sama 2016.

Namun penurunan memang hanya terjadi di impor bahan baku, sementara untuk barang modal dan produksi justru mengalami kenaikan masing-masing 35, 91% dan 7,24%.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut, Laksamana Adiyaksa, mengatakan, pengaruh krisis global sangat mengganggu industri.

Akibat produksi berkurang, jelas impor bahan baku berkurang.

"Diyakini, impor bahan baku masih melemah hingga akhir tahun karena industri masih terganggu akibat krisis global," kata Laksamana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sumatra utara impor bahan baku

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top