Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Obat Kedaluarsa Dijajakan “Door to Door”

Tersangka kasus peredaran obat kedaluarsa di Pasar Pramuka Jakarta Pusat diduga mendapatkan suplai obat hampir kedaluarsa dari sejumlah penjaja obat yang kerap mendatangi toko obat di pasar tersebut.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 28 September 2016  |  19:09 WIB
Sejumlah toko ditutup oleh pemiliknya saat razia obat ilegal di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (7/9). - Antara
Sejumlah toko ditutup oleh pemiliknya saat razia obat ilegal di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (7/9). - Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Tersangka kasus peredaran obat kedaluarsa di Pasar Pramuka Jakarta Pusat diduga mendapatkan suplai obat hampir kedaluarsa dari sejumlah penjaja obat yang kerap mendatangi toko obat di pasar tersebut.

Hal ini dikemukakan Kepala Unit II Industri dan Perdagangan, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kompol Wahyu Nugroho kepada wartawan saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, obat hampir kedaluarsa tersebut kemungkinan  berasal dari penyimpanan obat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan. Obat-obat tersebut kemudian ditawarkan kepada pemilik toko obat di wilayah Pramuka oleh oknum tertentu

"Rumah sakit atau pusat kesehatan itu kan punya gudang dan ada obat sekitar 3 bulan baru kedaluarsa dan daripada dimusnahkan, ada oknum misalnya orang gudang oknum ini yang semacam sales mencari [oknum atau toko obat yang mau membeli]," katanya kepada Bisnis.com.

Menurutnya, meskipun tidak semua, ada beberapa oknum di Pramuka yang spesialis menampung obat hampir kedaluarsa tersebut. Para sales menawarkan dengan harga miring.

Sejauh ini pihaknya masih terus mendalami oknum-oknum penjaja obat hampir kadaluarsa ini. Sebab, kata Wahyu, keterangan para tersangka terputus pada adanya oknum penjaja obat hampir kedaluarsa door to door tanpa mengetahui identitas oknum tersebut

Sebelumnya, seorang pemilik toko obat di pasar Pramuka berinisial M diamankan karena memiliki ribuan stok obat kedaluarsa di rumahnya. Obat-obat tersebut diganti tanggal kedaluarsanya untuk mengelabui pembeli.

Saat penggeledahan di rumah dan tokonya, polisi menyita 1.963 strip obat kedaluarsa, 122 strip di antaranya merupakan obat kedaluarsa yang sudah diganti tanggalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top